Polda Jabar Usut Penyebar Hoaks Petugas KPPS Tewas Diracun

0
208

Jakarta NAWACITA – Polisi bakal menindak tegas pelaku yang menyebarkan kabar bohong atau hoaks soal petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di Bandung, meninggal dunia karena diracun.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan, Polda Jabar berjanji akan mengusut kabar bohong yang beredar di media sosial tersebut.

Hoaks petugas KPPS Pemilu 2019 bernama Sita Fitriati tewas diracun itu juga dibantah oleh keluarganya, yang menyatakan kabar tersebut hoaks. Bahkan pihak keluarga sudah melaporkan hoaks tersebut ke polisi.

“Tentu, pasti kita akan usut dan cari siapa yang menyebarkannya. Kita selidiki,” kata Truno saat dihubungi wartawan, Sabtu (11/5).

Truno memastikan pihaknya akan menangani tiap laporan atau pengaduan masyarakat untuk segera ditindaklanjuti.

“Kita akan terus dan tidak pernah berhenti menangani setiap ada laporan hoaks yang sudah meresahkan masyarakat,” ujar Truno.

Di samping itu, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk tak mudah mempercayai informasi yang beredar. Masyarakat diminta untuk mengkroscek terlebih dahulu setiap mendapat informasi.

“Masyarakat agar bijak menerima informasi via media sosial maupun aplikasi telekomunikasi lainnya. Lakukan cross check dan tabayun terlebih dahulu,” imbau Truno.

Sebelumnya, kabar petugas KPPS meninggal dunia karena diracuni menyebar di masyarakat melalui media sosial.

Isu tersebut berawal dari unggahan pemilik akun Facebook bernama Doddy Fajar dan akun Twitter PEJUANG PADI @5thsekali. Dalam unggahannya, disebutkan anggota KPPS bernama Sita Fitriati meninggal akibat diracun.

Dalam keterangannya, almarhum merupakan mahasiswi tingkat akhir berusia 21 tahun dan dalam tubuhnya ditemukan zat kimia yang mengandung racun yang sangat berbahaya.

Tinggalkan Balasan