Plt Ketum PSSI Tersangka ke-15 Kasus Pengaturan Skore

0
29

Jakarta NAWACITA – Kasus dugaan pengaturan skore terus didalami Satgas Antimafia Bola. Belasan orang sudah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus ini. Kini, Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono ditetapkan polisi sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus dugaan pengaturan skor sepak bola. Joko Driyono (Jokdri) adalah tersangka ke-15.

Penetapan Joko sebagai tersangka ini awalnya disampaikan oleh Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono. Argo menyatakan Joko sudah menjadi tersangka sejak Kamis (14/2).

“Ya, sejak Kamis,” kata Argo Yuwono pada Jumat (15/2) lalu.

Ia menjelaskan, Joko dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan/atau Pasal 265 KUHP dan/atau Pasal 233 KUHP, yang intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang police line.

“Perusakan barang bukti,” ucap Argo singkat.

Sementara Kabiro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebutkan, Joko merupakan tersangka kelima belas yang telah ditetapkan polisi.

“Sama Jokdri (Joko Driyono) jadi 15,” kata Dedi di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2).

Dedi mengatakan, dalam kasus ini tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Saat ini, kata dia, polisi tengah memeriksa barang bukti yang diperoleh dari sejumlah penggeledahan.

“Nanti sangat tergantung hasil pemeriksaan dari satgas dan audit barbuk, kita sudah lakukan penyitaan di beberapa lokasi, kantor PSSI, Komisi Disiplin, dan termasuk di kantor dan kediaman suadara J sendiri, itu akan diaudit terus,” ucapnya.

Dedi menjelaskan, tersangka Joko Driyono dijadwalkan akan diperiksa Satgas Antimafia Bola pada Senin (18/2) pukul 10.00 WIB di Polda Metro Jaya.
Pada pemeriksaan itu, kata dia, akan dilakukan klarifikasi mengenai dugaan sebagai aktor intelektual perusakan barang bukti.

“Senin kita akan mintai keterangan saudara J dalam status sudah tersangka. Akan didalami terus oleh satgas dalam rangka untuk membongkar match fixing atau pengaturan skor di beberapa pertandingan yang sudah dilaksanakan, Liga 3 dari satgas sudah menetapkan beberapa tersangka, kemudian Liga 2 sudah beberapa tersangka,” papar Dedi.

Diketahui, sebelumnya Polisi sudah melakukan penggeledahan di apartemen dan kantor Joko. Dari penggeledahan itu disita sejumlah dokumen.

Sebelum Joko, polisi telah menetapkan eks Komisi Wasit Asprov Jateng, Priyanto, anak Priyanto, Anik Yuni Artika Sari, Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng, anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, wasit Nurul Safarid, dan staf Direktur Perwasita PSSI, ML, sebagai tersangka.

Anik diduga berperan sebagai perantara untuk menyalurkan uang dari manajer klub. Uang yang didapat kemudian dibagi-bagi dengan Priyanto dan Johar. Sementara itu penyidik juga meyakini Mbah Putih, Nurul dan ML juga terlibat dalam sindikat Johar Lin Eng. Ketiganya menerima uang untuk praktek pengaturan skor.

Kemudian, polisi juga menetapkan 5 tersangka lain yang merupakan perangkat pertandingan yang diduga terlibat dalam kasus pengaturan skor Persibara vs Persekabpas Pasuruan. Para tersangka yang merupakan perangkat pertandingan itu ikut dalam pertemuan dengan sejumlah pihak di Hotel Central Banjarnegara untuk mengatur skor laga.

Tak berhenti sampai di situ, polisi pun telah menetapkan Pemilik PS Mojokerto (PSMP) Vigit Waluyo sebagai tersangka. Vigit disebut memberi dan menerima uang dari lima tersangka sebelumnya.

“Dia yang mempunyai klub, dia yang memberikan, dan menerima uang dari beberapa tersangka yang sudah ada 5 orang itu salah satunya di sana yang dia menerima dari aliran itu,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jum’at (15/1).

Kemudian, ada juga 3 orang bernama Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur yang ditetapkan polisi sebagai tersangka terkait perusakan barang bukti kasus pengaturan skor. Ketiga tersangka diduga memasuki daerah yang telah disegel kepolisian dengan cara merusak police line. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut tempat kejadian perkara perusakan ini adalah kantor Komisi Disiplin PSSI.

Tinggalkan Balasan