PHRI Anugerahkan Jokowi Penghargaan ‘Bapak Pariwisata Nasional’

0
21

Jakarta NAWACITA – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memberikan penghargaan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai Bapak Pariwisata Nasional.

Penghargaan diserahlan bertepatan saat Jokowi menghadiri acara Gala Dinner 50 tahun PHRI di Hotel Sahis, Senin (11/2) malam tersebut, karena melihat kerja nyata Jokowi dalam membangun pariwisata di Tanah Air.

“Izinkan kami memberikan penghargaan kepada bapak Presiden sebagai bapak pariwisata nasional,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani.

Hariyadi menjelaskan, gelar ini diberikan karena besarnya perhatian Jokowi kepada sektor pariwisata di Indonesia, semenjak menjadi Walikota Solo hingga menjadi Presiden.

“Kami sudah memperhatikan bapak sejak di Solo, kami melihat perhatian bapak. Bapak membangun infrastruktur secara masif dan mengejar ketertinggalan infrastruktur,” katanya.

Menurutnya, penghargaan yang diberikan ini objektif karena melihat apa yang dilakukan Jokowi selama ini dan diharapkan tiidak dikaitkan dengan hal yang politik praktis. Jadi bukan karena pertimbangan sedang dalam masa kampanye pemilihan presiden.

“Kami berikan secara objektif, bukan karena bapak saat ini sedang sibuk kampanye,” ucapnya.

Hariyadi mengatakan, Jokowi pantas menyandang penghargaan tersebut atas inisiatif dan komitmennya secara terus menerus mengembangkan pariwisata Indonesia. Ia menuturkan, komitmen tersebut sudah terlihat sejak Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Solo.

“Mulai dari pembangunan jalan tol, non tol, pelabuhan, pembangkit listrik, bendungan, pos batas negara yang secara langsung berdampak pada pertumbuhan pariwisata Indonesia,” ujar Hariyadi.

Hariyadi juga menilai, Jokowi adalah satu-satunya Presiden RI yang pertama kali menempatkan pariwisata sebagai sektor unggulan.
Dampaknya, ia menyebutkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyejahterakan secara langsung masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pariwisata.

“Kami melihat kesungguhan Bapak untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan,” katanya.

Dengan pemberian penghargaan tersebut, Haryadi juga menegaskan bahwa PHRI tidak berharap dukungan politis dari pemberian penghargaan itu. Pasalnya, Jokowi juga mengeluarkan kebijakan yang berani dan bertanggung jawab melalui kebijakan bebas visa untuk 169 negara.

Kebijakan ini termasuk yang terluas dalam cakupan negara penerimaan fasilitas bebas visa dibandingkan negara lain di dunia. Padahal, kebijakan itu pernah dikhawatirkan pemerintahan sebelum Jokowi.

“Mengingat sebelumnya terbentuk persepsi pemerintah sebelumnya kekhawatiran akan dampak negatif, bila kita membuka pintu yang ada untuk penerimaan wisata mancanegara,” kata Hariyadi sebelum menyerahkan penghargaan kepada Presiden Jokowi tersebut.

Tinggalkan Balasan