Penyebab La Nyalla Matalitti Tinggalkan Prabowo Demi Pilih Jokowi

0
90
La Nyalla Matalitti Ketua Kadin Jawa Timur. (Foto: Liputan6)

 

Jakarta, NAWACITA– Setelah sekian lama menjadi loyalis dari Capres Prabowo Subianto, La Nyalla Matalitti dalam beberapa waktu lalu menyatakan menolak untuk meneruskan dukungan kepada Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut.

Mantan Ketua PSSI ini sekarang memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf dalam kontestasi Pilpres 2019 dan ikut bergabung dalam pemenangan pasangan nomor urut 1.

“Saya pribadi dukung Pak Jokowi, lebih jelas dan nyata program-programnya,” kata La Nyalla, kepada awak media beberapa hari terakhir (13/10).

Diungkapkanya, kesetianya kepada Prabowo cukup besar. Mulai dari Pilpres 2009 saat Prabowo menjadi Cawapres Megawati hingga menjadi Capres 2014 berpasangan dengan Hatta Rajasa yang saat itu menjabat sebagai ketua umum PAN.

Akan tetapi, keikhalasan dan dukungan yang telah diberikan La Nyalla tidak pernah menghasilkan support bagi pribadinya sendiri yang juga mempunyai hasrat dalam berpolitik.

Termasuk saat Pilgub Jatim, Ketua Kadin Jawa Timur ini saat itu berkeinginan menjadi salah satu calon gubernur. Namun niat itu harus ditutup lupakan karena Partai Gerindra yang didirikan oleh Prabowo Subianto tidak pernah memberikan tiket dan rekomendasi untuk La Nyalla maju sebagai calon gubernur Jatim.

Ia pun menyatakan bahwa saat berniat maju. Tidak pernah mendapatkan apalagi memintan sedikitpun dukungan dana dari Prabowo.

“Saya jadi ketua PSSI dari usaha sendiri, saya menjalani proses hukum ya saya sendiri,” jelasnya.

Yang pasti, dia mengaku lelah menjadi pihak oposisi bersama Prabowo.

“Saya capek jadi oposisi, sekarang dukung yang pasti-pasti saja, yang programnya sudah nyata dan jelas,” ujarnya.

Gagal menjadi calon gubernur Jawa Timur di Pilkada tahun lalu, La Nyalla kini mencalonkan diri menjadi anggota DPD dari Jawa Timur. Dia tercatat sebagai calon anggota DPD dengan dukungan KTP terbanyak dari Jawa Timur, yakni mencapai 9.000 lebih dari minimal syarat 5.000 dukungan KTP.

 

 

 

(Red: Faiz, sumber JPPN)

Tinggalkan Balasan