Pemkot Solo Awasi Peredaran Kuliner Anjing dan Babi

0
19

Solo NAWACITA – Peredaran makanan daging anjing dan babi di wilayah kota Solo mulai diawasi. Kebijakan Pemerintah Kota Surakarta ini menjalankan mandat dari Surat Edaran Kementerian Pertanian No 9847/SE/pk.420/F/09/2018 tentang Peningkatan Pengawasan Terhadap Peredaran/Perdagangan Daging Anjing.

Kepala Dinas Pertanian Surakarta, Wenny Ekayanti memastikan pihaknya telah melakukan upaya sebagaimana amanat SE tersebut. Sejak surat diturunkan Pemkot rutin menggelar sidak ke sejumlah lokasi secara berkala. Mulai dari pedagang kuliner olahan daging, tempat penyembelihan, hingga lokasi-lokasi pengepulan.

‘’Dari surat yang telah kami terima pada Oktober 2018 lalu, pengawasan terkait perdagangan daging anjing sebagai kuliner terus kami awasi. Saat ini Pemkot baru menjalankan fungsi pengawasannya, sementara regulasinya perlu dibahas lebih lanjut,’’ ungkap Wenny, Rabu (9/1).

Menurut Wenny, pihaknya banyak menemukan cara pengolahan dan penyembelihan belum sesuai aturan.

Namun pihaknya hanya sebatas mengimbau, lantaran regulasi terkait pengolahan daging anjing belum ada.

“Tidak seperti daging babi sudah dibuat regulasinya, daging anjing belum ada aturan maupun regulasi kearah pengolahannya. Jadi kami sedikit kesulitan,” jelas dia.

Sementara itu, Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) regional Solo, Go Mustika, menilai upaya pemerintah dalam merespons kekhawatiran peredaran penyakit berbahaya dari komsumsi daging anjing sejauh ini cukup baik.

SE Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan itu dipandang sebagai angin segar lantaran untuk menenangkan kerisauan selama ini.

“Di sana jelas memerintahkan kedinasan terkait untuk lebih jeli dalam mengawasi kuliner daging anjing,” ujar Mustika.

Pihaknya berharap, surat tersebut mampu memaksimalkan pengawasan terhadap kesehatan anjing-anjing dan pengolahan panganan kuliner. Data warung penjual olahan daging anjing pada 2016 sekitar 100 warung dan tahun 2018, kemungkinan meningkat dua kali lipat.

“Info yang kami dapat ratusan anjing tersebut dikirim dari wilayah Cilacap, Pangandaran, dan Ciamis Jawa Barat yang notabene belum bebas rabies. Pengepul bisa mengirim 60 anjing untuk beberapa warung dan tempat penjagalan dalam 2-3 kali seminggu. Angkanya bisa sampai 12 ribu anjing disembelih tiap bulannya. Ini hanya untuk Kota Solo,” kata dia.

Tinggalkan Balasan