Partai Berkarya Bantah Pernyataan Prabowo Arah Pembangunan Indonesia Keliru Diera Orde Baru

0
63

Jakarta NAWACITA – Pernyataan Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa arah pembangunan Indonesia keliru sejak era orde baru, dibantah oleh Partai Berkarya.
Ketua DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang mengatakan, pihaknya tidak sependapat dengan pernyataan calon presiden nomor urut 02 tersebut. Badar menanggapi pernyataan Prabowo terkait pembangunan Indonesia sudah keliru sejak masa kepemimpinan Presiden Soeharto.

Justru kader partai besutan Tomy Soeharto ini menilai yang keliru adalah, ketika konsep pembangunan ala Soeharto sudah tidak diterapkan saat ini.

“Yang keliru, wacana trilogi pembangunan tidak dilanjutkan,” tutur Badar, kemarin.
Untuk itu, Badar pun menyatakan partainya akan memperjuangkan visi Soeharto agar bisa diterapkan kembali. Langkah yang akan ditempuh partainya melalui jalur parlemen.

Dikatakannya, hakikat berdirinya Partai Berkarya memang untuk melanjutkan konsep pembangunan ala Soeharto.

“Kalau Pak Prabowo presiden kan, ada kami (Partai Berkarya) di parlemen mengingatkan arah pembangunan yang benar,” ucap Badar.

Diketahui, sebelumnya Prabowo menyebut arah pembangunan Indonesia sudah keliru sejak era Orde Baru. Dia mengklaim telah lama memperhatikan hal itu.

Capres nomor urut 02 itu mengatakan telah memprediksi arah perkembangan pembangunan ekonomi Indonesia sejak era Orde Baru. Prabowo mengaku sejak saat Orde Baru itu ia melihat bahwa pembangunan ekonomi Indonesia berada dalam jalur yang keliru.
Hal itu dilontarkan Prabowo dalam pidatonya di acara ulang tahun Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), di Sports Mall, Jakarta, Rabu (6/2).

“Jadi Saudara-saudara sekalian, dari awal, sekian tahun, saya sejak Orde Baru melihat arah pembangunan ekonomi Indonesia sebetulnya menuju arah yang keliru,” ujar Prabowo dalam

Prabowo melihat kesalahan sejak Orde Baru terletak pada kalangan elite di Indonesia. Menurut dia kalangan elite Indonesia tidak berguna karena gagal memberikan arah dan gagal mengelola bangsa ini.

“Dari saya masih di dalam Orde Baru, saya sudah melihat arah perkembangan, arah pembangunan Indonesia, arahnya sebetulnya menuju arah yang keliru,” kata Prabowo.

Kekeliruan yang ada itu, kata Prabowo, akibat para elite yang gagal mengelola negara. Konsekuensi yang terjadi yakni pembangunan Indonesia menuju ke arah yang tidak semestinya.

“Kekeliruannya adalah bahwa elite bangsa Indonesia ini, elite ini, elite yang tak ada gunanya, elite ini gagal, gagal memberi arah kepada bangsa, gagal untuk mengelola bangsa ini,” ujarnya

Tinggalkan Balasan