OSO: Jangan Ganggu Wartawan Bertugas

0
35

Padang NAWACITA – Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang (OSO) menanggapi peristiwa kekerasan yang terjadi pada salah seorang wartawan yang meliput acara Munajat 212 di lapangan Monas, Jakarta Pusat pada Kamis (21/2) malam.

Di sela-sela kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Auditorium Universitas Padang, OSO mengatakan, dirinya menyayangkan peristiwa tersebut.

OSO menilai, selama wartawan bertanggung jawab atas tugasnya, jangan sampai diganggu.

“Ya itu sebetulnya nggak boleh ya, itu benar-benar, wartawan ini kan adalah pemberita. Jadi jangan berita itu juga dengan kebebasan persnya itu selagi dia bertanggung jawab, yang jangan diganggu lah,” ujar OSO, Sabtu (23/2).

“Saya doakan supaya mereka cepat sembuh ya,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, wartawan detikcom Satria Kusuma dianiaya dan mengalami kekerasan pada saat meliput kegiatan Malam Munajat 212 di Monas. Kala itu ada seorang copet yang tertangkap, dan Satria pun langsung mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel. Satria tidak sendirian. Saat itu ada wartawan lain yang juga merekam peristiwa tersebut.

Namun, saat merekam video itu, Satria dipiting dan kedua tangannya dipegangi. Mereka meminta Satria menghapus video yang sudah direkamnya. Karena dipaksa sedemikian rupa dan jumlah orang yang berkerumun semakin banyak, Satria akhirnya setuju rekaman video itu dihapus.

Satria lalu dibawa ke ruangan VIP mereka. Di dalam tenda tersebut, intimidasi terus berlanjut. Adu mulut terjadi lagi saat mereka meminta ID card Satria buat difoto. Tapi Satria bertahan, memilih sekadar menunjukkan ID card dan tanpa bisa difoto.

Dalam ruangan yang dikerumuni belasan–atau mungkin puluhan–orang berpakaian putih-putih tersebut, Satria juga sempat dipukul dan diminta berjongkok. Tak sampai di situ, mereka yang tahu Satria adalah wartawan detikcom juga sempat melakukan tindakan intimidatif dalam bentuk verbal.

Singkat cerita, ketegangan sedikit mereda saat Satria bilang pernah membuat liputan FPI saat membantu korban bencana Palu. Begitu pun saat mereka mengetahui benar-benar bahwa Satria bukan wartawan ‘bodrex’. Pun mereka juga tahu bahwa Satria sudah berkomitmen akan menghapus semua video di ponselnya.

Tinggalkan Balasan