Menteri Yasonna: IPAFest 2018 Wujud Kreatifitas Positif Warga Binaan di Balik Lapas

0
54
Keterangan: Menkum HAM menyampaikan sambutan di IPAFest 2018. (Marlinda Oktavia Erwanti/detikcom)

Jakarta, NAWACITA– Pergelaran Indonesia Prison Art Festival (IPAFest) 2018 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat merupakan bentuk informasi pembinaan para warga binaan di lembaga pemasyarakat.  Acara yang dilaksanakan oleh Kementerian Hukum dan HAM menggelar  menunjukkan sisi positif kepada masyarakat bahwa lembaga pemasyarakatan (lapas) bukan penghalang untuk berkreativitas.

 

“Mereka akan mengekspresikan karya seni di hadapan masyarakat untuk membuktikan bahwa walau tempat terbatas, tapi karya melintas tanpa batas dalam dunia realitas. Walaupun tempat terbatas, tapi kreativitas tidak boleh terbatas,” ujar Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly, dalam sambutannya, di TIM, Jakarta Pusat, kemarin (23/4).

 

Berbagai kegiatan seni ditampilkan untuk masyarakat mulai dari seni teater, seni musik, seni tradisional, serta seni rupa. Dalam acara yang akan digelar dua hari ini, juga digelar festival kuliner, pameran arsip, talk show, dan pameran fotografi.

 

Yasonna mengatakan acara ini juga untuk menunjukkan tembok lapas dan rutan bukan penghalang untuk tetap menghasilkan kreativitas narapidana. Dalam lapas dan rutan, narapidana dan tahanan dimanusiakan.

 

“Diberikan kegiatan, pelatihan dipekerjakan difasilitasi minat dan bakatnya dan pada saatnya hasil mereka ditampilkan ke masyarakat melalui event-event yang dilakukan Ditjen PAS,” kata Yasonna.

 

Festival yang diprakarsai Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) ini dibuat untuk membina napi agar tetap bermartabat, tangguh, dan berdaya saing. Festival ini juga sebagai momentum bahwa lapas menunjukkan perkembangan yang pesat.

 

“Bahkan dampak positifnya dapat dimaknai sebagai pencapaian dari penyamarataan revolusi mental. Yang di antaranya perubahan perilaku yang lebih baik, lebih berintegritas, dan menjadi anak bangsa yang membanggakan dan dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara pada akhirnya jika mereka keluar dari lapas nantinya,” tutur Yasonna.

 

IPAFest merupakan pergelaran yang diprakarsai Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkum HAM sebagai puncak peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-54. Acara ini digelar pada 23-24 April 2018.

 

Sekitar 450 narapidana dari 36 lapas/rutan se-Indonesia akan tampil dalam acara ini. Tak hanya menampilkan karya narapidana, IPAFest 2018 juga merupakan festival seni narapidana pertama di dunia.

 

 

 

 

(Red: Ibnu, Sumber dtk)

Tinggalkan Balasan