Menperin Dorong Santri Milenial Berwirausaha Industri Digital

0
6

Jakarta NAWACITA – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartato menyampaikan, Indonesia ditargetkan masuk dalam jajaran 10 besar negara ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030, di mana salah satunya diharapkan melalui kontribusi dari sektor industri digital.

Untuk mendorong penumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) di era revolusi industri 4.0, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah merilis program e-Smart IKM.

“Program ini dapat diaplikasikan dalam kegiatan Santripreneur,” kata Airlangga Airlangga, Jum’at (8/2).

Karena itu, kata Airlangga, Kemenperin mengajak generasi muda termasuk para santri untuk menjadi wirausahan industri sektor digital, melalui Lifeskill Program dan Pesantren Animation Center (PAC).

Ia menjelaskan, Pesatren Animation Center atau PAC merupakan sebuah wadah bagi para santri kreatif yang telah memiliki Life Skill Program.

“Sedangkan Lifeskill Program merupakan kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan potensi kreatif para santri maupun alumni yang terpilih dari beberapa pondok pesantren untuk menjadi seorang profesional di bidang seni visual, animasi dan multimedia sesuai standar industri saat ini,” jelas Menperin.

Program e-Smart IKM yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan Santripreneur, menurut Airlanggan memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

“Untuk itu, santri milenial perlu memanfaatkan,” tuturnya.

Sejak diluncurkan pada Januari 2017, lanjut dia, peserta yang telah mengikuti e-Smart IKM sebanyak 4.925 pelaku usaha dengan total omzet sudah melampaui Rp1,39 miliar. Kemenperin pun terus memacu tumbuhnya unicorn, pelaku startup yang memiliki nilai valuasi di atas 1 miliar dolar AS.

Dijelaskan Menperin, berdasarkan sektornya, sejauh ini transaksi e-smart IKM masih didominasi industri logam yang mencapai 40,99 persen. Disusul industri fashion sebesar 30,13 persen, industri makanan dan minuman 23,50 persen, industri herbal 1,22 persen, industri furnitur 0,90 persen, serta industri kreatif dan lainnya 0,72 persen.

“Kami proyeksi, pesertanya akan terus bertambah. Pada 2017, kami menargetkan ada 1.000 pelaku usaha menjadi peserta e-Smart IKM, ternyata antusiame dari para industri kecil sangat besar hingga realisasinya mencapai 1.730 IKM, kemudian pada 2018 terealisasi sebanyak 3.195 IKM,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan