Menkopolhukam: Tuduhan Konspirasi Pemilu Ngawur dan Fitnah

0
46

Jakarta NAWACITA – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menegaskan, pemerintah tidak pernah ada pikiran ataupun kehendak untuk melakukan intervensi terhadap kinerja KPU (komisi pemilihan umum) dan Bawaslu (badan pengawas pemilu), apalagi sampai membangun konspirasi.

Wiranto menegaskan hal tersebut untuk membantah anggapan adanya kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif untuk memenangkan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam Pemilu.

“Tuduhan tersebut sangat tendensius, ngawur, bernuansa fitnah, tidak benar, dan tidak berdasar,” ujar Wiranto, usai rapat terbatas di kantornya, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (24/4).

Tuduhan adanya konspirasi tersebut, Wiranto menjelaskan, telah diembuskan baik sebelum, selama, dan setelah pencoblosan. Bahkan, kata dia, instansi TNI dan Polri dibawa-bawa ikut konspirasi dengan penyelenggara pemilu dan pemerintah.

Menurut Wiranto, tudingan ini diarahkan untuk mendelegitimasi pemerintah dan penyelenggara pemilu, terutama KPU dan Bawaslu. Selain itu, pendelegitimasian itu juga ia sebut diarahkan kepada hasil pemilu yang sementara ini masih dalam proses penghitungan.,

Menjawab tuduhan itu, Wiranto menjelaskan, KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara pemilu merupakan lembaga yang bersifat mandiri. Keduanya tidak tergabung dalam struktur lembaga negara manapun dan memiliki struktur sendiri.

“Dengan demikian tidak berada di bawah kendali pemerintah,” jelasnya.

Sebagai menteri koordinator (Menko) yang membidangi politik nasional, Wiranto mengatakan, pasti tahu jika memang konspirasi itu ada.

“Saya sebagal Menko yang membidangi politik nasional, pasti a‎kan berperan aktif atau paling tidak tahu kalau memang konspirasi itu ada,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan