Menghilang Setelah Divonis Hakim, Mandala Shoji Menyerahkan Diri ke Kejaksaan

0
12

Elsa Syarif: Caleg PAN Mandala Turun ke Masyarakat di Lokasi Sulit Sinyal

Jakarta NAWACITA – Mandala Abadi Shoji, yang dikenal sebagai presenter reality show ‘termehek-mehek’ tersandung urusan hukum. Setelah sempat menghilang, Mandala kemudian menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat pada Jum’at (8/2).

Kasus yang menjerat Mandala Shoji diawali saat presenter ini mencalonkan dirinya sebagai anggota legislatif dari partai PAN untuk Pemilu 2019.

Caleg Mandala Shoji dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran pemilu saat melakukan kampanye di Pasar Gembrong Lama, Jakarta Pusat pada 19 Oktober 2018 lalu.

Mandala terbukti membagikan doorprize kupon umrah pada kampanye tersebut.

Kasus ini pun sudah masuk ke persidangan dan dirinya divonis tiga bulan penjara dan denda Rp 5 juta oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Mandala pun mengajukan banding tapi banding tersebut ditolak.

Sejak divonis bersalah, Mandala Shoji seakan raib. Pengacaranya, Muhammad Rullyandi, mengaku hilang kontak dengan Mandala. Dia pun mengaku tak tahu keberadaan Mandala.

Kemudian pada Jum’at (8/2) sore, Mandala Shoji menyerahkan diri didampingi anak dan istri, serta Elza Syarief, kuasa hukumnya.
Mandala dan rombongan tampak tiba di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Merpati, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019) pukul 18.28 WIB. Mandala belum memberikan komentar apa-apa terkait ini.

“Assalamualaikum, saya salat dulu sebentar ya,” ujar Mandala kepada wartawan di lokasi.

Pada jumpa pers bersama awak media di kantor pengacara Elza Syarief, Jalan Latuharhary Nomor 19, Menteng , Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019), Elsa Syarief mengungkap fakta baru. Pada jmpa Pers itu juga terdapat isteri Mandala, Maridha Deanova Safriana bersama sejumlah rekan dan keluarga.

Elza Syarief mengungkapkan, jika selama ini Kejaksaan tak pernah melayangkan surat undangan resmi bagi kliennya untuk menjalankan putusan peradilan.

“Tidak pernah ada undangan resmi dari kejaksaan,” kata Elsa.

Apalagi, kata Elsa, kalau cuma mengontak Mandala hanya pakai telepon.

“Ini bukan masalah cinta-cintaan, tapi harus ada undangan tertentu,” tegasnya.

Elza membantah isu yang menyebut Mandala masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) setelah divonis Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait kasus kampanye hitam.

“Sesuai keterangan Kejari, Mandala tidak pernah jadi buron dan tidak pernah masuk daftar pencarian orang (DPO). Ini tuh salah satu cara mendilusi suaranya Mandala (sebagai caleg),” tandasnya.

Elza mengatakan jika Mandala caleg Partai Amanat Nasional (PAN) itu memang sibuk turun ke lapangan. Selain itu, tempat yang dikunjungi Mandala juga terbilang sulit sinyal.

“Mungkin di telfon-telfon (oleh Kejaksaan) sulit karena Mandala tempat-tempatnya bersama warga itu merupakan tempat sulit sinyal,” ujar Elza.

Ister Mandala, Maridha menambahkan, saat mengunjungi warga di daerah pemilihannya tak jarang Mandala kerap bermalam di rumah penduduk.

“Aku aja hubungin kadang bisa kadang enggak. Dan memangnya kalian 24 jam on pakai handphone? Enggak mungkin dong,” katanya.

Tinggalkan Balasan