Mendagri: Negara dan Rakyat Tidak Boleh Kalah Dengan Segala Bentuk Teror

0
24

Jakarta NAWACITA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menegaskan, bahwa negara dan rakyat tidak boleh kalah dengan pembakaran misterius di daerah Jawa Tengah dan segala bentuk teror lain.

Seperti diketahui, sejauh ini teror pembakaran terjadi di empat daerah dengan 27 kejadian. Rinciannya, yaitu 17 kasus di Kota Semarang, 8 kasus di Kendal, 1 kasus di Ungaran, dan 1 kasus di Grobogan.

Oleh karena itu, menyikapi hal tersebut secara serius, Mendagri Tjahjo menggalakkan kerjasama antara aparat pemerintah dan masyarakat.

“Untuk itu perlu digalakkan kerjasama antara aparat Pemerintah dan rakyat dalam bentuk menghidupkan lagi Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) khususnya di setiap RT/RW. Bersatu padu menghadapi musuh bersama ialah terorisme,” kata Mendagri, Minggu (10/2).

Mendagri juga menegaskan, tidak boleh kesatuan dan kedaulatan Negara Pancasila diacak-acak oleh pikiran terorisme dan tindakan teror.

“Perusakan, ancaman, intimidasi yang menebar rasa takut di tengah-tengah masyarakat, harus dilawan, apapun dan berapapun biayanya,” tegas Tjahjo.

Pembakaran mobil dan motor warga di beberapa daerah, lanjutnya, harus dicermati gelagat perkembangannya tersebut dengan serius.

“Kita percayakan kepada PoIri untuk melacak siapa oknum perorangan atau organisasi tanpa bentuk yang bergentayangan menganggu stabilitas keamanan masyarakat, menurut saya Negara dan rakyat tidak boleh kalah degan aksi pembakaran misterius di daerah Jawa Tengah dan segala bentuk teror lain,” ucapnya.

Mendagri mengatakan langkah apapun dari jajaran Polri kita apresiasi untuk mengkonsolidasikan komponen-komponen dalam masyarakat, seperti perangkat RT, RW, Satpol-PP dan Linmas, serta Ormas untuk saling kerja sama dalam koordinasi Polri dan BIN setempat serta Kemendagri.

Beberapa hari yang lalu Kemendagri langsung menyelenggarakan Rakornas Pimpinan Satpol PP dan Linmas se- Indonesia dengan pembekalan dar Kabaintelkam dan Kalemdiklat Polri, Kepala Staf Kantor Presiden Jenderan Purnawirawan TNI Moeldoko serta Mendagri sendiri.

“Tujuan dari penyelenggaraan Rakornas Satpol-PP dan Linmas tersebut di bawah Koordinasi Polri di daerah untuk bersama-sama konsolidasi mengerakkan RT, RW, Satpol-PP dan Linmas, Polres sampai Polsek, Kodim dan Koramil serta melibatkan Ormas-ormas yang ada, kita harus berani menentukan sikap Siapa Kawan dan Siapa Lawan yang merusak ketentraman masyarakat,” pungkas Tjahjo.

Tinggalkan Balasan