Parpol Oposisi, PSI Gantikan Hanura di DPRD DKI Jakarta

0
745

Jakarta NAWACITA – Usai pencoblosan untuk memilih calon anggota legislatif, untuk di DPRD Provinsi DKI Jakarta, diprediksi hasil Pemilu 2019, partai oposisi terhadap kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan akan bertambah.

Ketua Fraksi PDIP, Gembong Warsono mengungkapkan, partai oposisi di DPRD DKI Jakarta diprediksi akan berkurang 1 parpol, lantaran tidak lolos 4 persen di parlemen. Parpol itu adalah Partai Hanura.

Namun Gembong mengklaim koalisi partai oposisi terhadap Anies akan tetap solid. Partai oposisi mungkin akan kehilangan satu anggota, tetapi, menurut dia, posisi Partai Hanura akan diisi anggota baru, yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

PSI yang dipimpin Grace Natalie, berdasarkan hasil hitung cepat, memastikan diri berada di urutan keempat partai di DKI memperoleh suara terbanyak. Mereka yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai gubernur dalam pemerintahan sebelumnya menyatakan menempatkan diri sebagai oposisi Anies.

“Jadi kami semua masih sama,” kata Gembong, Senin (22/4/2019).

“Dengan jumlah (kursi) yang mungkin ada yang bertambah dan berkurang. Tapi, partai pengawas dan pengkritik pemerintah provinsi masih solid.”

Ketua DPD PSI DKI Jakarta, Michael Sianipar, mengklaim, partainya menempati posisi keempat dengan perolehan delapan persen atau setara 10 kursi di DPRD DKI Jakarta. Menurut dia, partainya akan menjadi oposisi pemerintahan Gubernur Anies Baswedan.

Michael menambahkan, anggota parlemen PSI akan bersikap kritik yang konstruktif terhadap pemerintahan Anies.

“Kami mengkritik tapi memberikan solusi. Mungkin akan jadi fraksi yang paling banyak membantu gubernur ke depannya dibandingkan partai koalisi mereka sendiri,” kata Michael.

Tinggalkan Balasan