Megawati Ingatkan Kader PDIP Jangan Tebar Ujaran Kebencian di Medsos

0
10

Jambore Kader Komunitas Juang DPD PDIP Jateng

Purwokerto NAWACITA – Kader PDI Perjuangan diminta tidak menebarkan ujaran kebencian, apalagi melalui media sosial. Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri saat menghadiri Jambore Kader Komunitas Juang DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah di GOR Satria Purwokerto, Minggu (10/2)

Putri pertama Presiden pertama RI tersebut mengatakan, anak muda sekarang memiliki banyak keahlian dan kepintaran. Untuk itu ia pun mengingatkan harus tetap memiliki etika dan sopan santun serta rasa tanggung jawab.

“Sekarang banyak anak muda pintar, tapi jangan pongah, harus tetap menjaga sopan santun dan etika, harus bertanggung jawab, jangan menebar kebencian, kalau ada yang menebarkan kebencian misalkan datang sini ngomong, nanti kan saya nanya kok benci sama saya kenal aja enggak,” katanya Megawati di Purwokerto, Minggu.(10/2)
Ditegaskannya, jangan ada kader PDIP yang menebarkan kebencian, khususnya melalui media sosial.

“Di sini jangan ada yang seperti itu (menebar kebencian, red) kalau ada segera keluar, tidak ada di PDIP yang seperti itu,” kata Megawati.

Megawati menyebutkan, dirinya banyak mendengar pendapat mengenai dirinya dari orang yang bahkan tidak mengenal dirinya secara langsung.

“Banyak yang bilang Megawati begini, begitu, padahal dia aja enggak kenal saya dan saya juga enggak kenal dia,” ucapnya.

Menurut dia, mengeluarkan pendapat di media sosial juga harus disertai tanggung jawab, tidak sekadar menebar berita bohong atau hoaks.

Penyebaran berita bohong, kata Megawati, bisa mengancam persatuan dan kesatuan dan tidak mencerdaskan masyarakat.

“Menyebarkan berita bohong bisa membodohi rakyat dengan hal-hal yang tidak benar,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, di hadapan peserta jambore Megawati juga mengajak kaum perempuan lebih aktif dalam kancah politik guna memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

“Perempuan perlu terus mengembangkan kemampuan nalar dan berpikir,” kata Megawati.

Dijelaskannya, perempuan dalam politik Indonesia perlu mendobrak sistem patriarki dan perlu pula memiliki independensi dalam pilihan politik. Konstitusi Republik Indonesia, menurut dia, sangat progresif sehingga memberikan ruang bagi perempuan untuk berkiprah di dunia politik.

“Saya selalu mengingatkan konstitusi Republik Indonesia sangat progresif, apa arti progresif, artinya sangat ke depan. Di mata hukum, misalnya, laki-laki dan perempuan dianggap sama,” katanya.

Untuk itu dia mengingatkan kader PDI Perjuangan agar tidak membeda-bedakan antara laki-laki dan perempuan. Dia membagi pengalaman pribadinya di hadapan kader PDI Perjuangan dengan berani bermimpi untuk berkiprah dalam politik hingga akhirnya menjadi ketua partai dan menjadi Presiden Indonesia.

“Jangan takut bermimpi. Sejak kecil saya sudah membangun impian-impian,” katanya.

Sementara kegiatan Jambore Kader Komunitas Juang angkatan VII yang diadakan sejak tanggal 8-10 Februari 2019 tersebut diikuti oleh sekitar 3.333 peserta Kader Komunitas Juang dari 34 DPC PDIP se-Jawa Tengah.

Kegiatan Jambore Kader Komunitas Juang ini sebelumnya diisi dengan apel satgas dan deklarasi Pemilu Damai di alun-alun Kota Purwokerto.

Tinggalkan Balasan