Lapas di Indonesia Didominasi Napi Kasus Narkoba

0
26

Jakarta NAWACITA – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mencatat, penghuni lembaga pemasyarakantan (lapas) di seluruh Indonesia mayoritas adalah narapidana kasus narkoba.

Data Kemenkumham, jumlah penghuni lapas yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, mencapai sekitar 259 ribu orang.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sri Puguh Budi Utami mengungkapkan, dari 259 ribu penghuni lapas dan rutan tersebut, sebagian besar tersangkut perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

“Dari sekitar 259 ribu penghuni lapas dan rutan, 115 ribu orang di antaranya tersangkut kasus narkotika,” katanya, dilansir dari Antara.

Dari jumlah penghuni yang tersangkut kasus narkotika itu, kata dia, 46 ribu orang di antaranya merupakan penggunan narkotika yang seharusnya direhabilitasi. Padahal, lanjut dia, undang-undang tentang narkotika memberi mandat seharusnya para pengguna narkotika ini direhabilitasi.

Ia menjelaskan, selama puluhan ribu pengguna ini masih menjalani hukuman di dalam lapas, mereka pasti akan mencari pemenuhan kebutuhan mereka dengan cara apa pun. Peredaran narkotika di dalam lapas, kata Sri, masih akan terjadi jika para pengguna ini masih berada di dalamnya.

“Selama pengguna masih di dalam, ada oknum yang lemah integritasnya, capek kita,” katanya.

Sri mengatakan, para pengguna tersebut sebenarnya memungkinkan untuk direhabilitasi di dalam lapas. Namun, lanjut dia, rehabilitasi kesehatan dan sosial itu belum didukung dengan sumber daya lainnya.

Sri menjelaskan jika para pengguna ini menjalani rehabilitasi maka tingkat kepadatan 522 lapas dan rutan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia tersebut akan berkurang.

Masih dikatakan Sri, bahwa tren tingkat hunian lapas dan rutan tersebut terus mengalami kenaikan.

“Naik terus, tidak pernah turun,” kata Sri.

Hal tersebut diungkapkan Sri saat melantik pengurus Ikatan Pembina Kemasyarakatan Indonesia (Ipkemindo) wilayah Jawa Tengah di Semarang, Kamis (31/1).

Penurunan penghuni lapas, kata dia, hanya terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak dari yang sebelumnya antara 10 ribu hingga 11 ribu orang, saat ini turun menjadi sekitar empat ribu orang.

“Ini merupakan bagian dari keberhasian dari program Restorative Justice” katanya.

Tinggalkan Balasan