Langkah Kemenlu Hadapi Problem Kerja Paksa Mahasiswa di Taiwan

0
34
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal . (Foto: Ist)

Jakarta, NAWACITA– Kementerian Luar Negeri turun tangan melakukan pengecekatan terhadap pengaduan mahasiswa Indonesia yang menjalani kerja paksa di Taiwan.

Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Taiwan membetulkan persoalan mahasiswa Indonesia ini yang telah berlangsung pada tahun 2017 lalu.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan bahwa dari laporan KDEI Taiwan menyatakan bahwa ratusan mahasiswa menjalani skema kuliah magang.

“Menanggapi pengaduan tersebut, KDEI Taipei telah berkordinasi dengan otoritas setempat guna memperoleh klarifikasi,” ucapnya melalui pesan singkat diterima di Jakarta, Rabu (02/1).

Diutarakan Iqbal, hasil pengamatan awal yang disampaikan KDEI Taipei terdapat delapan perguruan tinggi yang menerima mahasiswa Indonesia peserta kuliah-magang dengan skema berbeda-beda

Saat ini, KDEI sedang melakukan pengamatan dan pemeriksaan untuk mendapatkan gambaran secara mendalam serta menyeluruh terkait kondisi yang terjadi di lapangan.

“Kita telah meminta KDEI baik dari Kementrian Luar Negeri dan Kementrian Perdangangan untuk mengetahui situasi mahasiswa yang menjalani program skema kuliah-magang,” terangnya.

KDEI lanjut Iqbal diamanahkan untuk berkordinasi dengan pihak otoritas setempat untuk memastikan langkah konkret dalam melindungi kepentingan dan keselamatan para mahasiswa.

“Kita telah minta agar ada kordinasi supaya program dengan skema ini dihentikan untuk sementara. Jangan ada dulu perekrutan mahasiswa,” tandasnya.

Untuk diketahui, Mahasiswa Indonesia yang ada di Taiwan diperkirakan berjumlah 6.000 orang, temasuk di antaranya sekitar 1.000 mahasiswa dalam skema kuliah-magang yang diterima di delapan universitas di Taiwan pada periode 2017-2018.

Diperkirakan jumlah mahasiswa Indonesia di Taiwan akan terus meningkat seiring dengan kebijakan New Southbond Policy otoritas Taiwan yang memberikan lebih banyak beasiswa melalui berbagai skema kepada mahasiswa dari 18 negara Asia, termasuk Indonesia.

Selama ini kedua negara tidak terikat dalam hubungan diplomatik resmi  Indonesia-Taiwan dan sebaliknya.

 

(Red: Pendi, sumber Ant)

Tinggalkan Balasan