Lagi dan Lagi Menkumham, Yasonna H. Laoli Tegas Kepada Pegawai Yang Salah

0
827

Jakarta, NAWACITA – Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna H. Laoli menonaktifkan Kepala Lapas Narkotika Langkat dan seluruh jajarannya.

“Mulai hari ini sudah nonaktif. Semuanya (nonaktif). Tidak hanya Kalapas, namun semua yang ada disini. Saya dengar tadi pungli dan lain-lain semua diangkat. Semua bedol desa. Dan jangan masuk di lapas dan rutan dulu. Ini orang berbahaya kalo dimasukkan lagi ke situ. Penyakit,” kata Yasonna di Lapas Narkotika Klas III Langkat, Kecamatan Hinai, Sumatera Utara, Sabtu (18/5/2019).

Yasonna juga mengatakan, pihaknya secara bertahap akan membenahi sistem administrasi di Lapas, sistem koperasi, dan fasilitas napi.

Selanjutnya, kata Yasonna, pihaknya akan memberikan sanksi kepada para narapidana yang dianggap bersalah dalam kerusuhan.

“Itu bukan milik kita, milik pegawai tiga mobil dan 16 motor pegawai di dalam. Mudah-mudahan mereka punya asuransi. Pertama kita tenangkan dahulu, baru masuk tahap penyelidikan. Yang melakukan pembakaran tidak akan diberikan remisi. Kalau dia nanti perbuatannya kriminal, ya polisi urusannya. Apalagi yang membakar itu. Boleh kamu lari keluar, tapi membakar itu kesalahan,” ucap Yasonna.

Seperti kita ketahui Pegawai di lapas Klas III Langkat diketahui berjumlah 69 orang ditambah petugas pengamanan 52 orang. Kementerian telah menunjuk seorang pelaksana harian dan akan segera mencari pengganti untuk para pegawai yang dinonaktifkan.

Yasonna juga menyayangkan tindakan kekerasan pegawai terhadap napi. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas III Langkat, Bahtiar Sitepu dinonaktifkan dari jabatannya. Sebagai penggantinya sementara ini Kakanwil Kemenkumham Sumut menunjuk M Tavip Kabid Pembinaan Kemenkumham Sumut sebagai pelaksana harian Kalapas Narkotika Klas III Langkat.

Kakanwil Kemenkumham Sumut menyatakan, dari total jumlah napi penghuni lapas 1.634 orang, saat ini yang berada di dalam lapas sudah berjumlah 1.459 orang, satu diantaranya dirawat di RSUD Tanjung Pura.

Sementara total napi yang kabur saat peristiwa kerusuhan 176 napi, 113 diamankan dan 63 masih proses pengejaran lapas dan aparat keamanan.

Dari 113 tahanan saat ini dititipkan di Lapas Binjai 44 orang, rutan Tanjung pura 62 orang, Lapas Tanjungbalai 1 orang, Lapas 1 Medan 1 orang, Rutan Brandan 3 orang, Lapas Pemuda 1 orang, Polsek Hinai 1 orang.

Dikabarkan juga bahwa ada satu orang napi dibebaskan atas nama Redi Taluhoni yang habis menjalankan pidana 17 Mei 2019 pada pukul 15.42 WIB.

Untuk akses bertamu dan layanan lainnya, Lapas Narkotika Langkat sudah beroperasi seperti biasa dengan jadwal kerja selama Bulan Ramadan pagi hari mulai pukul 10.00-11.00 WIB. Untuk siang hari mulai pukul 13.30-14.30 WIB.

Tinggalkan Balasan