KKP dan TNI Tandatangani MoU Tingkatkan Pengawasan Kelautan

0
9

Jakarta NAWACITA – Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KKP) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) sepakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap kedautalan kelautan dan perikanan Indonesia. Untuk itu, kedua lembaga negara tersebut menjalin kerjasama dengan penandatanganan MoU atau nota kesepahaman.

Penandatangan MoU antara KKP dan TNI dilakukan oleh Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (11/2).

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menuturkan, yang paling penting dalam kedaulatan penegakkan hukum dan juga kemampuan daya untuk menangkap ikan, adalah memastikan sumber daya kelautan dan perikanan ini selalu ada banyak dan terus menerus ada

“Itu yang paling penting. Karena kita hidup berbangsa akan terus menerus generasi ke generasi laut masa depan bangsa, slogan pemerintah visi pemerintah tidak mungkin terlaksana kalau TNI tidak bersama KKP menjaga,” kata Menteri Susi kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/2).

Hal senada diungkapkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, bahwa TNI akan bersinergi dengan KKP untuk menjaga sumber daya kelautan dan perikanan.

“TNI juga memiliki insrasturktur yang digelar dimana saja yang mungkin diperlukan oleh KKP dan TNI siap untuk membantu melaksanakan tugas yang diembankan oleh negara kepada KKP,” tegasnya.

“Kita sadari bahwa mulai dari dasar lautan sampai pucuk gunung negara ini sangat kaya raya, namun jika tidak kita jaga maka kekayaan itu akan hilang dan kita tidak merasakannya,” lanjutnya.

Menurut Hadi, dari segi perikanan, apabila bisa mengelola dan menjaga tidak hanya masyarakat pesisir yang merasakan kekayaan tersebut, namun juga industri-industri perikanan akan bisa berjalan dengan baik, dan endingnya adalah untuk kesejahteraan rakyat di Indonesia.

“TNI menyadari betul untuk bisa mendukung KKP menjaga laut kita agar KKP juga bisa mengelola dengan baik tanpa adanya gangguan dari dalam maupun dari luar sehingga kami siap untuk menggelar kekuatan apabila diperlukan mulai dari kita menangkap para pelaku-pelaku pencuri biota laut, flora atau fauna kita akan lindungi semua,” ungkapnya.

Sejatinya, KKP dalam hal ini terus mengawal visi misi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Hal ini diwujudkan oleh KKP melalui misi menjadikan laut sebagai masa depan bangsa melalui pilar kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan dalam pembangunan kelautan dan perikanan.

MoU ini akan memperkuat jalinan kerjasama antara KKP-TNI dalam bidang pelaksanaan program penguatan ketahanan pangan, serta pengamanan dan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan di wilayah nusantara.

Sejak tanggal di tandatanganinya, Mou ini akan berlaku selama 5 tahun mendatang. Berlakunya MoU ini tidak membatalkan perjanjian kerjasa sama yang jangka waktunya masih berlaku, meski begitu dengan berlakunya MoU baru ini kesepakatan bersama antara KKP dan TNI AL nomor KKp 04/MEN-P/KB XII/2014 dan nomor PKB/17/XII/2014 tentang peningkatan pengawasan dan penegakkan hukum di bidang kelautan dan perikanan pada tanggal 1 Desember 2014 akan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.

Dalam membertantas kedaulatan, KKP telah berupaya membertantas illegal, unreported, and underregulated (IUU) fishing melalui kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya TNI, untuk menegakkan hukum di seluruh perairan Nusantara.
Sinergi antara KKP-TNI ini diharapkan akan terus mewujudkan visi-misi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Tinggalkan Balasan