Jokowi: Tiket Pesawat Mahal Karena Harga Bahan Bakar Avtur di Indonesia Sangat Tinggi

0
153

Jakarta NAWACITA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara terkait tingginya harga tiket pesawat.

Jokowi mengaku terkejut mengetahui harga tiket pesawat melambung. Menurut dia, hal itu disebabkan karena harga bahan bakar pesawat yaitu avtur di Indonesia ternyata sangat mahal.

Jokowi juga mengaku telah menerima banyak keluhan terkait tingginya harga tiket pesawat untuk penerbangan di dalam negeri.

Hal itu diungkapkannya saat memberikan sambutan pada acara Gala Dinner Peringatan HUT ke-50 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Ballroom Puri Agung Hotel Grand Sahid Jaya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/2) malam.

“Saya terus terang juga kaget, dan malam hari ini juga saya baru tahu tadi dari Pak Chairul Tanjung mengenai avtur. Ternyata avtur yang dijual di Soekarno-Hatta itu dimonopoli oleh Pertamina sendiri,” kata Jokowi.

Ia mengatakan, akan segera
mengundang Dirut Pertamina terkait tingginya harga avtur di dalam negeri itu.

“Pilihannya hanya satu, harganya bisa sama dengan harga internasional. Kalau tidak bisa, berarti pemerintah akan masukkan kompetitor yang lain sehingga terjadi kompetisi,” tegasnya.

“Ya hanya itu, sudah enggak ada yang lain. Karena memang, ini sangat-sangat mengganggu sekali,” sambungnya.

Karena, lanjut Presiden, monopoli harganya jadi tidak kompetitif, dibandingkan harga avtur dengan yang di dekat-dekat Indonesia, terpaut kurang lebih 30-an persen. Itu, sambung Presiden, yang harus dibenahi.

“Kalau ini diterus-teruskan ya nanti pengaruhnya ke apa? Ke harga tiket pesawat karena harga avtur itu menyangkut 40 persen dari cost yang ada di tiket pesawat. Ya besok saya panggil aja,” tegas Presiden.

Ia menambahkan, Pertamina kemarin laporan lisan kepada dirinya bahwa untungnya sudah ada di atas Rp20 triliun.

Presiden meyakini kalau tidak dimonopoli, pasti banyak yang antre untuk menjual avtur di bandara-bandara di tanah air.

“Semuanya memang harus ada kompetisi. Kalau ada kompetisi itu akan ada sebuah persaingan yang sehat. Kalau ada persaingan sehat, akan ada efisiensi di semua cost yang ada. Arahnya ke situ.” Demikian Presiden menjelaskan.

Tinggalkan Balasan