Jokowi Pertanyakan Banyak Mantan Napi Koruptor Nyaleg dari Gerindra

0
39

Jakarta NAWACITA – Debat perdana capres-cawapres 2019, Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi Kamis (17/1) berlangsung cukup seru.

Sejumlah hal menjadi catatan penonton acara debat yang disiarkan di beberapa stasiun televisi tersebut.

Pada segmen membahas masalah korupsi, capres nomor urut 01 Jokowi menanyakan kepada paslon nomor urut 02 tentang banyaknya mantan narapidana korupsi yang direkomendasikan menjadi calon anggota legislatif (caleg) Partai Gerindra.

Mengutip data ICW, Jokowi menyebutkan banyak eks napi jadi caleg Gerindra. Jokowi mempertanyakan Prabowo sebagai Ketum Partai Gerindra kenapa menandatangani dan merekomendasikan caleg eks napi tersebut.

Menjawab pertanyaan Jokowi, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan, bahwa siapapun berhak diberikan kesempatan.

Ia juga mengatakan, tak jadi masalah jika seseorang yang sudah diproses hukum mencalonkan kembali menjadi anggota legislatif.

Apalagi, kata dia, jika mantan napi koruptor itu mempunyai kelebihan dan dihendaki oleh rakyat.

“Kalau kasus itu sudah melalui proses, dia sudah dihukum dan kalau memang hukum mengizinkan, kalau dia masih bisa dan rakyat menghendaki dia karena dia mempunyai kelebihan-kelebihan lain, mungkin korupsinya juga nggak seberapa,” kata Prabowo dalam debat Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jaksel, Kamis (17/1).

Saat Jokowi menyinggung struktur organisasi Partai Gerindra, Cawapres 02, Sandiaga Uno yang mendapat giliran, namun tampak tidak bisa menjawab pertanyaan Jokowi.

Jokowi mengatakan bahwa struktur organisasi Partai Gerindra yang diketuai oleh Prabowo banyak dipimpin oleh para pemilik jabatan strategis dan didominasi oleh pria.

Prabowo kemudian menjawab, Gerindra yang telah berdiri selama 10 tahun, memiliki Wakil Ketua Umum Rachmawati Soekarnoputri, yang bertanggung jawab untuk dieologi.

“Susunan caleg (Partai Gerindra) saya kira yang terbanyak (caleg perempuan). Undang-undang (mengharuskan) caleg perempuan 30 persen, kita mendekati 40 persen. Kami mengaku ini adalah suatu perjuangan, kita belum puas tapi kami membuka peluang sebesar-besarnya untuk emak-emak untuk berrgerak. Pendukung kita yang paling kerasa adalah emak-emak,” papar Prabowo.

Meski telah menguraikan jawabannya, waktu yang diberikan oleh moderator masih tersisa. Prabowo pun meminta Sandiaga untuk menjawab. Namun kesempatan menjawab pertanyaan Jokowi yang diberikan oleh Prabowo ditolak oleh Sandiaga.

“Mau menambahkan?.” kata Prabowo kepada cawapresnya.

Namun dinawab oleh Sandiaga, “Saya bukan Gerindra lagi, pak. Gak bisa jawab.“

Tinggalkan Balasan