Jokowi Minta Generasi Muda Tidak Takut untuk Berbisnis

0
23
Presiden Jokowi saat membuka Rakernas XVI HIPMI dan Peluncuran HIPMI Go to School, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Senin (27/3). (Foto: Ist)

Nawacitapost.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi)  meminta generasi muda segera memulai berbisnis, karena semakin sering mengalami jatuh bangun, maka mereka akan semakin matang dalam berusaha.

Untuk itu, dia meminta kepada generasi muda, baik siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun mahasiswa perguruan tinggi, agar  jangan pernah takut untuk memulai usaha.

“Lakukanlah, mulailah segala sesuatu yang berkaitan dengan entrepreneurship, kewirausahaan, kewiraswastaan itu dengan sebuah perjuangan,” ujar Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Peluncuran HIPMI Go to School, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Senin (27/3/2017).

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi memberi contoh mengenai business process outsourcing (BPO), di mana meskipun kita punya kekuatan di sini, namun kita sering kalah dengan negara lain.

“Kita punya kekuatan di sini, misalnya desain, grafis, animasi, aplikasi/software ke depan ini akan memegang peran, dan pasar yang kita kelola sekarang ini masih sangat kecil sekali,” ujarnya.

Menurut Jokowi, di BPO ini Indonesia sangat menjanjikan sekali, karena yang masuk ke bidang ini masih sangat kecil. Padahal, lanjut Presiden, hampir 100 persen ini adalah bisnisnya anak-anak muda, bukan anak-anak tua.

Untuk itu, dia meminta Munas HIPMI ini merumuskan saja hal itu.”Rumuskan yang konkret, tapi jangan minta-minta sesuatu. Lagunya harus sudah berbeda, anak-anak muda lagunya harus berbeda. Yang kedua, libatkan rakyat di situ. Ada inti, ada plasma. Yang ketiga, orientasikan produk itu ke ekspor, jangan ke dalam negeri,” tuturnya.

Sebelumnya Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia dalam laporannya mengatakan, dengan peluncuran HIPMI Go to School diharapkan akan mengubah pola pikir generasi muda, tidak hanya dididik untuk menjadi pekerja, tapi juga untuk menjadi seorang entrepreneur.

“Kami meyakini, bahwa di era bonus demografi (2030-2035) generasi sekaranglah yang akan menentukan nasib perjalanan bangsa, akan salah jika tidak diletakkan pondasi yang baik,” ujarnya. (jar)

Tinggalkan Balasan