Jokowi-Ma’ruf Mantap Hadapi Debat Capres Nanti Malam

0
24

Jakarta NAWACITA – Malam nanti, Kamis (17/1) bakal digelar debat pertama Calon Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024. Masing-masing calon sudah melakukan persiapan.

Capres nomor urut 1 Joko Widodo (Jokowi) melakukan pemantapan menghadapi debat yang bakal digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019) malam.

Usai menghadiri diskusi bersama Tim Kampanye Nasional (TKN) di Djakarta Theatre, Jakarta, pada Rabu (16/1) malam kemarin, Jokowi menyatakan pihaknya sudah mantap menghadapi debat perdana menghadapi lawannya, Prabowo Subianto malam nanti.

“Yang namanya pemantapan ya mantap lah. Mantul, mantul (mantap betul),” kata Jokowi didampingi penasehat hukum TKN, Yusril Ihza Mahendra, seusai pertemuan dengan TKN yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam.

Pertemuan dengan TKN, kata sang petahana ini, merupakan persiapan, pemantapan dan evaluasi materi debat perdana. Seperti diketahui, tema debat perdana antara lain hukum, hak asasi manusia (HAM), terorisme dan korupsi.

Sementara Yusril mengatakan materi-materi debat yang dibahas itu berasal dari pemberitaan media dan isu-isu yang berkembang di masyarakat.

“Saya sebagai lawyer, penasihat hukum beliau, dilibatkan mengadakan pertemuan dengan beliau melakukan pemantapan, persiapan debat capres sesi pertama besok,” kata Yusril.

Pakar Hukum Tata Negara ini memprediksikasus Novel Baswedan bakal dijadikan ‘serangan’ dari kubu Prabowo-Sandi dalam debat nanti. Paslon Jokowi-Mar’ruf pun sudah menyiapkan ‘tameng’ untuk menghadapinya.

“Soal Novel itu jawaban Pak Jokowi singkat saja. Teruskan penyidikan kasus itu. Dan beliau ingin disegerakan penuntasan terhadap kasus yang menimpa Pak Novel Baswedan itu,” katanya di Jakarta Theater, Jakarta, Rabu (16/1).

Yusril juga menegaskan, Jokowi juga sudah menyetujui rekomendasi Komnas HAM untuk dibentuknya tim pencari fakta.

“Dan Pak Jokowi juga menegaskan, Pemerintahan beliau setuju dan menerima rekomendasi dari Komnas HAM untuk membentuk tim pencari fakta untuk mengungkapkan kasus Novel Baswedan,” ungkap Ketua Umum Partai Bulan Bintang.

Kasus Novel, menurut Yusril, sudah clear dijawab nanti oleh Jokowi-Ma’ruf, yang pada prinsipnya semua kejahatan itu melanggar HAM.

“Tapi tidak semua pelanggan HAM itu terkategorikan pelanggan HAM yang berat. Jadi kasus Pak Novel Baswedan itu adalah kasus murni hukum, pelanggaran HAM dalam artian pelanggaran hukum, bukan pelanggaran HAM berat,” jelasnya.

Masih menurut Yusril, jawaban itu sudah didiskusikan, meskipun Jokowi-Ma’ruf memang sudah menyiapkan jawaban yang lain.

“Pak Jokowi-Ma’ruf sudah menyiapkan jawabannya. Cuma jawabannya itu diberikan masukan lagi supaya lebih matang. Pendalaman,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan