Jokowi: BUMN Harus Jadi Pioner Buka Pasar ke Luar Negeri

0
20

Jakarta NAWACITA – Capres Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) harus menjadi pionir dalam membuka pasar dan melakukan kerja sama, agar nantinya pihak swasta bisa mengikuti. Jokowi mengatakan, BUMN harus berani keluar kandang.

Hal tersebut disampaikan Jokowi menjawab pertanyaan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno pada Debat terakhir capres cawapres 2019, di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4) malam.

Pada debat itu, Sandiaga menanyakan perihal bagaimana BUMN agar tidak dipolitisasi dan bisa menjadi world class company.

Dikatakan Jokowi, bahwa perusahaan di Indonesia sudah banyak yang mengerjakan proyek besar, salah satunya PT INKA yang mengekspor kreta api ke Bangladesh.

“BUMN kita harus berani keluar kandang, untuk menjadi pionir ke luar negeri, membuka pasar, membuka jaringan, membuka networking, sehingga swasta bisa masuk dan mengikuti. Dengan kekuatan holding yang besar bisa lebih mudah mencari perusahaan mencari modal, dan kita tahu sudah mulai perusahaan karya kita mengerjakan pekerjaan besar di timur tengah. Baik berupa infrastruktur, perumahan, dan juga pabrik PT INKA kita telah mengekspor kereta api ke Bangladesh dengan jumlah yang tidak sedikit,” tutur Jokowi.

Dengan BUMN yang berada di garis terdepan, Jokowi yakin nantinya pihak swasta akan mengikuti dan bisa ikut memancing agar perusahaan-perusahaan kecil bisa terlibat dan menghasilkan keuntungan ekonomi bagi Indonesia.

“Kalau semua ini kita lakukan, swasta ikut di belakangnya, inilah yang namanya Indonesia in Corporation. Dengan itu yang kecil-kecil akan ikut di belakangnya dan ketarik semuanya, ekonomi kita akan menjadi besar apabila kita melakukan apa yang tadi saya bicarakan,” ujarnya.

Debat pamungkas capres 2019 diiukti capres dan cawapres Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, mengangkat tema besar ‘Ekonomi dan Perdagangan Industri’.

Pada debat yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (23/4) malam kemarin, Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno memiliki kesempatan terakhir untuk benar-benar merebut hati masyarakat Indonesia.

Para paslon menghadapi enam segmen yang telah disiapkan KPU. Segmen pertama masing-masing pasangan calon memaparkan visi misi. Lalu pada segmen kedua ada pertanyaan dengan tema besar ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Memasuki segmen ketiga, sesi tanya jawab juga masih berlangsung, namun pada segmen ini tema besar yang diangkat adalah tentang keuangan dan investasi. Pertanyaan yang diajukan adalah tentang strategi para pasangan calon yang akan dilakukan untuk mendorong peningkatan tax rasio sekaligus peningkatan penerimaan zakat dan wakaf.

Pada segmen keempat dan kelima Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno melakukan debat terbuka. Kedua pasangan calon saling memberikan pertanyaan serta tanggapan satu sama lain.

Tinggalkan Balasan