Jenderal Moeldoko Angkat bicara Soal Isu Sniper 22 Mei

0
157

Jakarta, NAWACITA- Pemilu telah usai dan keadaan politik tak juga ada ketenangan.Menurut Kepala Staf Kantor Kepresidenan Jenderal Moeldoko ada kelompok tertentu yang telah menyiapkan massa untuk turun ke jalan.

Jenderal bintang 4 ini angkat bicara soal adanya isu tembakan untuk massa yang akan turun di tanggal 22 Mei 2019 mendatang.

Selain itu, Moeldoko juga menjawab adanya isu tembakan yang akan dikeluarkan dari pihak pemerintahan.Dan ada yang menyebut akan ada sniper atau penembak jitu dalam aksi massa 22 mei tersebut.

Menurutnya, jika memang benar ada tembakan, bisa saja itu muncul dari perorangan maupun terorisme namun bukan dari sniper.”Saya ingin tegaskan tidak ada sniper. Bisa perorangan bisa terorisme gitu,” ujar Moeldoko.

Dan tidak kalahnya juga wakil DPR satu ini Fahri Hamzah, memberikan singgungan soal adanya gerakan massa atau people power yang akan terjadi pada 22 Mei 2019 mendatang/

Hal ini disampaikan Fahri Hamzah yang diunggah melalui channel YouTube Fahri Hamzah Official, Senin (13/5/2019).

Fahri mengatakan saat 22 Mei tersebut, ada yang menyebutkan bahwa aparat akan sangat represif.Bahkan ada kemungkinan untuk keluarnya tembakan.”ujar fahri.

“Ada sinyal aparat akan represif, kemungkinan menembak, itu yang berkembang. Padahal ini soal sederhana,” ujar Fahri.

Menurutnya aparat terlalu cemas akan adanya pertemuan massa tersebut.Seharusnya aparat sudah bisa belajar dari pengalaman banyaknya pertemuan di depan Istana Negara.

“Apa dasar dari kecemasan orang tentang berkumpulnya manusia? Sederhana kok, manusia sudah berkumpul di depan istana berkali-kali,” ujar Fahri Hamzah.Fahri lalu mengibaratkan akan datang orang sekira 1 juta di hari itu untuk Demo di jalanan.

 

 

Tinggalkan Balasan