Isu Mahar 1 T Sandiaga Ramai Lagi, Demokrat Kembalikan ke Andi Arief

0
33

Jakarta NAWACITA – Isu mahar senilai 1 Triliun yang dikeluarkan Sandiaga Uno untuk PKS dan Gerindra terkait pencalonannya menjadi Cawapres 2019, kembali merebak. Isu yang ditiupkan Sekjen Partai Demokrat Andi Arief ini kembali ramai diperbincangkan, pasalnya, PSI (Partai Solidaritas Indonesia) meminta Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) kembali mengusut dugaan pemberian mahar politik sebesar Rp 1 triliun dari Sandiaga Uno ke partai-partai tersebut.

PSI menganggap hal ini dirasa penting untuk memastikan praktik politik uang tidak makin menjadi-jadi.

Juru bicara PSI Rian Ernest memastikan bahwa tuntutan ini bukan karena terduga pelaku adalah rival pasangan Jokowi – Ma’ruf. Dia mengklaim motif PSI murni demi menjaga iklim demokrasi yang sehat.

“PSI mengajak masyarakat sipil untuk bersama meminta Bawaslu kembali mempelajari kasus dugaan aliran uang Rp 1 Triliun dari Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS,” ujar Ernest di kantor DPP PSI, Jakarta, Rabu (6/2).

Dia pun mengingatkan bahwa DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) telah menjatuhkan sanksi kepada ketua dan dua anggota Bawaslu RI terkait perkara ini. Sanksi peringatan dijatuhkan lantaran mereka menolak melakukan pemeriksaan terhadap Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang merupakan saksi kunci pemberian mahar.

Menanggapi hal ini, Partai Demokrat menyerahkan sepenuhnya kepada Sekretaris Jenderal Andi Arief untuk menyelesaikan sendiri tuduhannya yang menyebut Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno memberikan mahar Rp1 triliun.

Anggota Majelis Tinggi Demokrat, Max Sopacua mengatakan partainya pun tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Andi.

“Ya kalau dari opini saya sebagai orang Demokrat, kita serahkan kepada Pak Andi Arief,” kata Max, Rabu (6/2).
Menurut Max, pihaknya menegaskan bahwa apa yang diucapkan Andi bukanlah resmi sikap partai. Alasannya tidak ada instruksi apapun dari pimpinan.

Diketahui, DKPP sebelumnya telah memberi peringatan tertulis kepada pimpinan Badan Pengawas Pemilu karena memutus dugaan mahar tanpa meminta keterangan kepada penyebar isu, yaitu Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief.

Melalui akun Twitter pribadi, Andi menyatakan kecewa dengan Prabowo karena lebih memilih uang dibandingkan koalisi yang sudah dibangun.
Andi menyebut Sandi menyetor masing-masing Rp500 miliar ke Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera untuk mendukungnya sebagai cawapres Prabowo.

Tinggalkan Balasan