Industri Software Indonesia Mampu Hasilkan Produk Berkualitas

0
45
Foto: Net

Nawacitapost.com – Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, industri software di Indonesia sudah dapat menghasilkan produk aplikasi yang dapat menunjang operasional industri lain.

Produk aplikasi software yang telah mampu dihasilkan, antara lain financial management, geographical information system, inventory, office animation, multimedia presentation, executive information system, dan intranet.

Menurutnya, industri perangkat lunak di dalam negeri telah tumbuh secara alamiah, namun bila dikaitkan dengan realitas dunia, posisi Indonesia masih perlu ditingkatkan.

“Untuk itu, kami berkomitmen dalam menyiapkan sarana dan prasarana pengembangannya,” ujar Putu, di Jakarta, beberapa saat lalu.

Lebih lanjut, kemampuan untuk mengembangkan perangkat lunak dalam skala industri sangat perlu didorong secara terarah dengan menyiapkan sistem serta strategi alih teknologi dan inovasi teknologi yang sesuai, di antaranya peningkatan pembiayaan penelitian dan pengembangan, termasuk sinergi antara pemerintah, pengusaha dan akademisi.

Melalui pameran ini, Putu berharap, para pelaku industri, tenaga ahli professional, pemakai akhir, dan semua pihak dapat membangun jaringan bisnis serta menjalin hubungan kemitraan strategis. Selain itu dapat saling menguntungkan dan berbagi pengalaman untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan berdaya saing, sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri maupun pasar ekspor.

“Dengan demikian akan memotivasi pengusaha dalam negeri untuk memberikan sumbangan positif bagi pertumbuhan industri nasional,” tegasnya.

Pameran yang diselenggarakan pada tanggal 11-13 April 2017 ini, diikuti sebanyak 18 produsen ponsel dan komputer, 12 produsen software, 7 perusahaan yang bergerak di bidang internet, 3 perusahaan yang bergerak di bidang animasi, serta lima technopark yang dibina oleh Kemenperin.

Dengan jumlah penduduk terbanyak di ASEAN, Indonesia menjadi pasar terbesar bagi perusahan ponseldunia. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, jumlah pelanggan telekomunikasi seluler di Indonesiameningkat sebesar empat kali lipat, dari 63 juta menjadi 211 juta pelanggan.

Bahkan, diperkirakan jumlah telepon selular yang beredar di Indonesia pada saat ini sebanyak 300 juta unit atau melebihi penduduk Indonesia sendiri yang berjumlah sekitar 250 juta jiwa.

Kemenperin mencatat, nilai impor ponsel pada 2015 sekitar USD2,2 miliar dengan jumlah 37,1 juta unit ponsel, menurun menjadi USD773,8 juta dengan jumlah 18,4 juta unit tahun 2016. Sedangkan, untuk jumlah produksi ponsel di dalam negeri sebesar 24,8 juta unit pada 2015, naik menjadi 25 juta unit pada 2016. (rian)

Tinggalkan Balasan