Industri Padat Karya Terbukti Mampu Sejahterakan Masyarakat

0
50
Menperin Airlangga Hartarto membuka pameran Adiwastra Nusantara 2017, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (5/4). (Humas Kemenperin)

Nawacitapost.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah memacu kinerja industri padat karya seperti tenun dan batik berorientasi ekspor karena mampu memberikan efek berganda bagi pemerataan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja.

“Kita optimistis terhadap potensi industri tenun dan batik Nusantara karena didukung dengan kekayaan budaya Indonesia yang terus melahirkan berbagai jenis wastra dari masing-masing daerah dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto saat membuka pameran Adiwastra Nusantara 2017, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (5/4/2017) kemarin.

Pada tahun 2016 kemarin, Industri tenun dan batik juga terbukti mampu memberikan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional dengan nilai ekspor yang mencapai 151,7 juta dollar AS

Saat ini, Kemenperin telah menetapkan 10 industri padat karya dan berorientasi ekspor yang diprioritaskan pengembangannya pada tahun ini, salah satunya industri kreatif. Sedangkan, yang lainnya adalah industri alas kaki, industri tekstil dan produk tekstil, industri makanan dan minuman, industri furnitur kayu dan rotan, industri elektronika dan telematika, industri barang jadi karet, industri farmasi, kosmetik dan obat tradisional, industri aneka, serta industri pengolahan ikan dan rumput laut.

Kemenperin mencatat, industri kreatif menyumbang sekitar Rp 642 triliun atau 7,05 persen terhadap total PDB Indonesia pada tahun 2015. Kontribusi terbesar berasal dari sektor kuliner sebanyak 34,2 persen, fesyen 27,9 persen dan kerajinan 14,88 persen.

“Selain itu, industri kreatif merupakan sektor keempat terbesar dalam penyerapan tenaga kerja nasional, dengan kontribusinya mencapai 10,7 persen atau 11,8 juta orang,” kata Menperin. (val)

 

Tinggalkan Balasan