Hubungan Iran-AS Kembali Memanas

0
9
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

Washington, NAWACITA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran, Minggu (19/5). Dia menyebut, jika republik Islam itu menyerang kepentingan AS, maka AS tak akan segan-segan menghancurkan Iran.

“Jika Iran ingin bertarung, itu akan menjadi akhir resmi Iran. Jangan pernah mengancam Amerika Serikat lagi,” cuit Trump, seperti dilaporkan AFP, Senin (20/5/2019).

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat ketika Trump mengerahkan kelompok kapal induk dan pengebom B-52 ke Teluk atas apa yang dia sebut “ancaman” Iran.

Gedung Putih telah mengirim sinyal beragam dalam beberapa hari terakhir, di tengah beberapa laporan media AS tentang perselisihan di kabinet Trump soal betapa sulitnya untuk menekan musuh bebuyutan AS: Iran.

Pemerintahan Trump memerintahkan staf diplomatik yang tidak berkepentingan untuk keluar dari Irak, setelah adanya ancaman dari kelompok-kelompok bersenjata Irak yang didukung Iran. AS juga mengirim sebuah kapal induk dan pengebom B-52 berat ke wilayah tersebut.

Pada Minggu (19/5), sebuah roket Katyusha ditembakkan ke kantor-kantor pemerintah perumahan Zona Hijau Baghdad dan kedutaan termasuk misi AS. Belum diketahui siapa yang berada di balik serangan itu.

Menurut laporan media AS, Penasihat Keamanan Nasional Trump, John Bolton, mendorong tindakan keras terhadap Iran, namun yang lain di dalam pemerintahan menentang.

Trump sendiri mengatakan baru-baru ini bahwa dia harus “meredam” Bolton.

Menteri luar negeri Iran sendiri meyakini tidak akan ada eskalasi antara Iran dan AS, apalagi perang. Hal ini, kata dia, karena tidak ada pihak yang mampu melawan Iran.

“Kami yakin tidak akan ada perang karena kami tidak ingin perang juga tidak ada yang memiliki ilusi bahwa mereka dapat menghadapi Iran di wilayah itu,” kata Mohammad Javad Zarif, kepada kantor berita yang dikelola pemerintah, IRNA pada akhir kunjungan ke China.

Hubungan Iran-AS mencapai titik terendah baru tahun lalu ketika Trump AS menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dan menerapkan kembali sanksi sepihak yang dicabut sebagai imbalan pada Iran yang kembali mengingkatkan program nuklirnya.

Tinggalkan Balasan