Hendardi: Gerakan Tamasya Al Maidah Merupakan Bentuk Teror dan Intimidasi

0
28
Hendardi / Foto: alsi-itb.org

Nawacitapost.com – Gerakan dalam bentuk pengerahan massa ke TPS di seluruh DKI Jakarta adalah teror dan intimidasi politik yang akan memengaruhi pilihan warga yang bebas, jujur, dan adil.

Demikian dikatakan Ketua Setara Institute, Hendardi, dalam keterangan persnya, Sabtu (15/4/2017). Pernyataan tersebut terkait Gerakan Tamasya Al Maidah di hari pencoblosan putaran dua Pilkada DKI Jakarta (19 April).

Menurut Hendardi, pengerahan massa di hari pencoblosan putaran dua Pilkada DKI Jakarta adalah bentuk teror dan intimidasi politik yang mempengaruhi pilihan masyarakat ibu kota.

“Cukup sudah penebaran kebencian dan intimidasi terjadi selama proses kampanye seperti terjadi sebelumnya,” ujar Hendardi.

Menurutnya, 19 April 2017 adalah waktu bagi warga DKI menjadi wasit atas pemilihan politik lima tahunan itu. Tamasya Al Maidah jelas merupakan bentuk kampanye dan pemaksaan terbuka atas pilihan warga dalam pilkada, karena tamasya itu dipastikan berimplikasi pada ketakutan warga atas dampak pilihannya dalam pilkada.

Walaupun tidak secara terbuka gerakan “tamasya” itu dilakukan oleh pasangan calon tertentu, tetapi nalar publik telah mengaitkannya sebagai ajakan dan dorongan melarang memilih pasangan yang dianggap menodai Al Maidah.

Karena itu, Hendardi mendesak Polri dan Bawaslu tidak berdiam diri. Pengerahan massa itu harus dicegah karena merupakan pelanggaran Pilkada dan tindak pidana Pemilu. (rian)

 

 

Tinggalkan Balasan