Hasil Quick Count Tidak Pernah Dinyatakan Salah

0
129

Jakarta NAWACITA – Hitung Cepat atau quick count hasil perolehan suara Pilpres 2019, hampir semua lembaga survei menyatakan pasangan capres Jokowi-Ma’ruf Amin unggul dari rivalnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

Menyusul pernyataan capres Prabowo Subianto yang tidak percaya dengan hasil quick count Pilpres yang dilakukan lembaga survei, para pakar pun menjelaskan tentang keakuratan quick count.

Diketahui bahwa di Indonesia sebelum KPU mengumumkan secara resmi hasil Pemilu, hasil quick count sudah keluar terlebih dahulu.

Analis komunikasi politik sekaligus founder KedaiKOPI Hendri Satrio mengatakan hasil perhitungan suara berdasarkan quick count belum pernah dinyatakan salah.

“Data quick count itu tidak bohong, data quick count itu jujur dan apa adanya,” kata Hendri Satrio, Sabtu (20/4).

Hendri menjelaskan, dalam perhitungan quick count, enumerator langsung datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan mencatat hasil suara masing-masing kandidat dan partai politik yang tertera di papan tulis.

“Jika terjadi penggiringan suara atau kecurangan, itu terjadi bukan di tahap quick count, bisa jadi saat proses pemungutan suara berlangsung,” jelasnya.

Co-Founder Ayo Jaga TPS M James Falahudin mengatakan sebagai salah satu lembaga survei, dalam melakukan perhitungan cepat, Ayo Jaga TPS melakukan validitas data.

James menjelaskan yang paling dasar yang dilakukan oleh ‘Ayo Jaga TPS’ adalah memastikan data C1 benar-benar disubmit oleh pemilih yang datang ke TPS.

“Kami terpaksa meminta data NIK dan foto KTP untuk memastikan data itu dari yang benar-benar hadir,” jelasnya, Sabtu (20/4).

James melanjutkan, melalui aplikasi yang sudah diunduh sekitar 470.000 orang, data yang dikumpulkan sudah mencakup seluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah sekitar 500 kabupaten/kota.

Bahkan, Hendri menambahkan, Ayo Jaga TPS mempekerjakan 50 orang untuk melakukan verifikasi data melalui panggilan telepon sehingga bisa memastikan data yang dikumpulkan bisa dipertanggungjawabkan.

Peneliti Senior Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Ferry Kurnia Rizkiansyah menjelaskan Netgrit memiliki program menjaga suara di TPS, yaitu Kawal Pemilu Jaga Suara, yang bekerja sama dengan berbagai komunitas dan lembaga, salah satunya Komunitas Kawal Suara.

Ferry menjelaskan perhtungan cepat dilakukan dengan mekanisme memantau proses penghitungan suara, foto C1, kemudian data tersebut di-entry.

Hingga saat ini, sudah ada sekitar 82ribu TPS yang datanya sudah masuk ke Netgrit dari sekitar 11 juta TPS yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Teman-teman relawan melakukan upload C1 dan data inilah yang di-entry oleh Netgrid, itu yang kita upayakan untuk menjaga integritas proses,” kata Ferry.

Namun, Ferry mengatakan, meskipun hasil quick count telah terpampang, penting untuk tetap menunggu hasil perhitungan resmi dari KPU yang kini tengah melakukan rekapitulasi.

Tinggalkan Balasan