Eggi Sudjana Tak Mau Ditahan, Minta Keadilan Agar Jokowi Intervensi Kasusnya

0
2144

Jakarta, NAWACITA – Tersangka kasus dugaan makar, Eggi Sudjana meminta kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi agar menunjukan keadilan atas kasus yang menjerat dirinya. Sebab, ia mengklaim kalau pidato dirinya soal ‘people power’ bukan bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

“Jokowi bisa perintahkan kepada Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) untuk tidak ditahan, kalau dia (Jokowi) berdemokrasi yang benar,” ujar Eggi saat memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka dugaan makar di Polda Metro Jaya, Senin (13/5/2019).

Eggi berkata jika dirinya ditahan usai pemeriksaan hari ini maka polisi telah melakukan kriminalisasi. Presiden Jokowi disebutnya bisa mencegah dirinya ditahan.

“Kalau ditahan ini kriminalisasi terjadi, Polri tidak promoter (profesional, modern, dan terpercaya) dan Jokowi bisa perintahkan ke Kapolri untuk tidak ditahan kalau dia berdemokrasi yang bener,” kata Eggi di Polda Metro Jaya, Senin (13/5).

Eggi menolak anggapan bahwa Presiden tidak boleh melakukan intervensi terhadap proses Hukum. Menurut Eggi, Presiden boleh mengintervensi karena menjabat sebagai Pemimpin Negara.

Lebih lanjut, Eggi menegaskan bahwa dirinya tidak melanggar pasal makar. Sebab, gerakan people power yang ia ucapakan merujuk pada tuntutan diskualifikasi Jokowi sebagai capres pada Pilpres 2019, bukan sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Tuduhan 107 (KUHP) itu kaitannya dengan Presiden kan keliru itu. Salah konstruksi hukumnya, amat sangat salah. Saya sangat baik kepada polisi, cuman saya aneh aja kok seperti tidak mehami konstruksi hukum,” katanya menjelaskan.

“Jadi dalam pengertian itu, kita tidak ada permufakatan apapun. Sebelumnya lagi ada yang bilang people power itu bapak Amien Rais, tokoh reformasi. Kok nggak apa-apa, biasa aja,” pungkas Eggi.

Tinggalkan Balasan