Diviralkan Buat Kericuhan di Café Makassar, Bupati Manokwari Protes

0
34

Demas Paulus Mendacan Sempat Ditelepon Mendagri

Jakarta NAWACITA – Viral video yang beredar tentang keributan di café Hotel Swiss Bell Kota Makasar Sulawesi Selatan, masih menjadi teka-teki, siapa pelaku pemukulan pemain band yang diduga seorang Bupati dari Papua.

Bupati Manokwari Papua Barat, Demas Paulus Mandacan disebut-sebut pelaku yang ada di video tersebut. Namun bupati ini melalui pernyataan stafnya membantah.

Staf Perwakilan Bupati Manokwari, Abdul Rahman mengatakan, Mendagri Tjahjo Kumolo pun telah mendengar kabar yang menyebut Bupati Manokwari mengamuk di salah satu kafe di Makassar tersebut. Mendagri, kata Rahman, sempat menelpon langsung Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan.

“Sempat ditelepon Mendagri untuk mempertanyakan kebenaran video viral itu,” kata Rahman, Senin (7/1/2018).

Rahman juga menegaskan, Demas tidak ada di kafe saat peristiwa itu terjadi. Rahman heran mengapa nama Bupati Demas disebut-sebut di video tersebut. Dia mengaku keberatan atas tudingan warganet itu.

“Jadi yang kita mau tahu sekarang siapa pihak yang mengatasnamakan Pak Bupati. Kita keberatan menyebut nama,” ujarnya.

“Memang mukanya sesama Papua mirip, tapi yang di video kan botak, sedangkan Pak Bupati ada rambutnya,” imbuh Rahman.

Sebelumnya, Kapolsek Ujung Pandang Kompol Wahyu Basuki juga mengakui mendapat laporan tentang kericuhan yang terjadi pada Minggu (6/1/2019) dini hari di sebuah kafe yang berada di dalam hotel di kawasan Jalan Ujung Pandang, Makassar tersebut. Namun dirinya menyatakan untuk pelakunya masih dalam penyelidikan.

“Iya. Tapi itu masih dalam penyelidikan dan belum bisa dipastikan juga yang dilaporkan itu seorang oknum yang berprofesi sebagai bupati,” jelas Kompol Wahyu Basuki, Minggu (6/1).

Ia menjelaskan, pelapor kasus tersebut diketahui adalah dua musisi di kafe tersebut. Bupati yang diduga mengamuk itu merusak alat musik saat live music di kafe itu berlangsung.

“Laporannya dua orang pengisi acara dipukul dan alat musiknya dirusak,” ujar Wahyu.

Selain melapor, polisi telah melakukan visum terhadap korban dan memeriksa sejumlah saksi di TKP.

“Sudah dilakukan visum, kami juga sudah memeriksa tiga orang saksi,” jelas Wahyu.

Terkait kericuhan ini, pihakn hotel pun memberikan tanggapan. PR Swiss-Belhotel, Ivana menyebut keributan yang terjadi tak ada hubungan dengan manajemen hotel.

“Kurang tahu juga, Mas, kejadiannya, bukan sama kita dari pihak hotel, soalnya outlet berbeda, stafnya berbeda, dia atas. Punya kita, cuman beda untuk manajemen, struktur organisasi beda,” kata Ivana saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (6/1).

Ivana juga mengatakan, pihaknya tak mengetahui pasti penyebab adanya keributan, hanya setiap malam pihak hotel menyediakan layanan live music bagi para pengunjungnya yang berada di lantai 20 Swiss-Bellhotel. Ia pun menyebut kejadian ini baru pertama terjadi.

“Seperti kalau liat video saya tak di lokasi, malam banget sudah bukan jam kerja. Kalau rusak, saya belum cek, di kantor belum ada laporan dari anak-anak. Di lantai 20 live music tiap hari, tiap malam, baru pertama terjadi, dan ini masalah dengan band-nya,” jelasnya.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (6/1) dini hari di sebuah tempat hiburan malam yang berada di dalam hotel di kawasan Jalan Ujung Pandang, Makassar.

Dalam keterangan video yang viral di medsos, pria itu memaksa band pengiring sky lounge untuk memainkan lagu request-nya. Namun, permintaan pria itu belum bisa dipenuhi hingga akhirnya dia naik ke atas panggung dan memukul pemain band dan merusak sebagian alat musik.

Diduga pelaku mengamuk kepada band yang sedang manggung. Selain disebut melakukan penganiayaan, pelaku yang diduga kepala daerah tingkat kabupaten itu juga melakukan pengrusakan terhadap alat musik.

Tinggalkan Balasan