Dibalik Warna Kuning Pertemuan Jokowi dan Airlangga Hartanto

0
54
Presiden Joko Widodo Olahraga Pagi di Istana Bogor Bersama Dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartanto

 

JAKARTA – Kunjungan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto di Istana Bogor, Sabtu (24/03) menjadi tanda tanya besar.

 

Presiden Joko Widodo menerima Ketum Partai Beringin ini dengan baju warna kuning dengan menaiki motor gede miliknya yang berwarna kuning emas.

 

Pertemuan santai Jokowi dan Airlangga Hartanto seakan memberikan sinyal akan warna kuning yang melekat pada Presiden. Ada perbedaan yang mencolok dan berbeda sekali saat Presiden mengajak atau bertemu dengan ketum Parpol lainya.

 

Peneliti politik Indonesian Public Institute (IPI) mengamati pertemuan Jokowi dan Airlangga bisa menjadi sebuah sinyal politik untuk meminang kembali kader partai golkar. Pendekatan politik yang dilakukan Jokowi saat menerima kunjungan Ketua Umum (ketum) Partai Golkar (PG) sungguh mumpuni.

 

Hal ini dikatakan peneliti dan pengamat dan Peneliti politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie kepada wartawan melalui siaran pers di Kantor IPI, Patra Jasa Tower, Lt.3, Jl. Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta, Minggu (24/3).

 

Menurut Jerry apa yang dilakukan Jokowi sudah tepat. Golkar merupakan partai besar dan punya power. Apalagi jumlah kursi mereka (91) kursi) di DPR di bawah PDI-P (109 kursi).

 

Setidaknya ini sinyal positif bagi Golkar dimana potensi dan peluang Airangga di calonkan cukup kuat.

 

Untuk itu, partai Golkar mulai membuka komunikasi dengan Parpol yang sudah menyatakan dukungan dengan Jokowi. Airlangga selaku ketua umum harus gencar melobi Hanura, Nasdem,  Perindo, PSI bahkan PDI-P.

 

“Soalnya mereka harus beremuk dengan para partai pengusung Jokowi untuk menentukan pilihan. Beda jika Airangga di luar partai. Memang di Golkar ada Menteri Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Menteri Sosial, Idrus Marham yang setidaknya punya peran dikabinet,” tuturnya.

 

Jerry menilai aura politik Airlangga berkepribadian santun dan legowo dan santun barangkali mampu memikat hati Jokowi. Namun apakah dirinya akan dipinang maka perlu waktu panjang sesuai mekanisme.

 

Setidaknya jika dua raksasa bergabung yakni PDI-P dan Partai Golkar maka akan sulit dilawan. Jika digabungkan PDI-P 27 persen dan Golkar 12 persen maka suara keduanya sudah 39 persen dan ini sudah melebihi ambang batas.

 

“Memang Airlangga diuntungkan dengan figur yang bersih dan juga punya track record yang baik,’ tutur dia.

Tinggalkan Balasan