Di AS, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Paling Berdaya Tahan

0
9

Jakarta NAWACITA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyai Indrawati mengungkapkan dalam beberapa tahun ini ekonomi Indonesia sudah jauh lebih baik.

Hal tersebut disampaikkannya kepada ratusan mahasiswa Indonesia yang ada di Columbia University New York AS.

Pada pertemuan dengan 150 mahasiswa Indonesia di Columbia University tersebut, Sri Mulyani membahas kondisi terkini perekonomian Indonesia, outlook ekonomi, dan bagaimana pemerintah menyikapi berbagai perkembangan.

“Dalam beberapa tahun terakhir kondisi ekonomi kita sudah jauh lebih baik, dan lebih berdaya tahan dari tahun 2013 (saat terjadi taper tantrum),” kata Sri Mulyani, seperti dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/4)

“Dibandingkan empat fragile country lain, Indonesia menjadi salah satu yang paling berdaya tahan di dunia,” imbuhnya.

Meskipun perekonomian semakin membaik, Sri Mulyani menyampaikan persentase penghasilan ditabung masih tergolong rendah. Misalnya dibandingkan China.

“Saving rate di Indonesia masih sekitar 30-33%. Kondisi ini masih di bawah sejumlah negara besar seperti China, meskipun lebih baik dibandingkan dengan negara- negara di Amerika latin,” tuturnya.

Lebih jauh, Petinggi Bank Dunia ini mengatakan tantangan rendahnya saving rate di Indonesia karena tidak dialokasikan ke financial assets, tapi di physical asset seperti tanah, sehingga lebih sulit untuk dimanfaatkan bagi pendanaan investasi seperti infrastruktur.

“Padahal creative financing dengan pendanaan bukan hanya dari APBN sangatlah penting. Dalam rangka meningkatkan GDP growth dalam jangka panjang, Indonesia perlu meningkatkan kebijakan industrialisasi dan sektor jasa.”

Sekedar diketahui, Menteri Keuangan RI didaulat sebagai pembicara dalam Indonesian Speaker Series di Columbia University, New York, Selasa (9/4).

Indonesian Speaker Series adalah program unggulan Indonesian Speaker Series Permias NYC, pemimpin, baik dari sektor publik, sosial, maupun bisnis bertemu dengan mahasiswa dan pekerja Indonesia di New York untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan berdiskusi mengenai isu-isu terkini di tanah air.

Tinggalkan Balasan