Desa Babakan Sukses Gelar e-Pilkades Pertama di Indonesia

0
25

Nawacitapost.com – Pemilihan kepala desa secara elektronik (e-Pilkades) di Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang digelar untuk pertama kalinya dan menjadi percontohan bagi 35 desa lainnya yang menggelar Pilkades, ternyata berjalan lancar dan sukses.

Sekitar 10 ribu warga yang telah menggunakan KTP elektronik ikut serta memberikan suara pada e-Pilkades ini. Pilkades  Desa Babakan diikuti oleh tiga calon kepala desa. Kandidat nomor satu, Apendi merupakan petahana, calon nomor dua Ruslan dan calon nomor tiga Moch Zein.

Direktur Politik Dalam Negeri Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar, menjelaskan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam e-pilkades tersebut. Pertama, pemilih masuk ke TPS dengan menunjukkan undangan/surat panggilan. Kemudian menunjukkan KTP/fotocopy KK untuk mendapatkan smartcard.

Kedua, pemilih masuk ke TPS dengan memasukkan smartcard ke card readers (alat pembaca). Kemudian muncul nama dan foto tiga cakades.Pemilih memilih salah satu cakades dengan cara menyentuh kolom calon/gambar calon. Setelah itu muncul gambar cakades pilihan lalu tekan tombol “ya”.

Ketiga, pengambilan struk dan memasukan struk ke kotak audit sebagai bukti telah menggunakan hak pilih.Keempat, penghitungan suara dilakukan melalui rekapitulasi otomatis yang dibagi menjadi tiga kelompok pemilih.

Bahtiar mengungkapkan, pelaksanaan e-voting ini sangat cocok dilakukan untuk daerah yang masyarakat dan penyelenggara memiliki tingkat pengetahuan yang baik.

“Pertama, pelaksanaan pilkades yang menggunakan e-voting cocok dilakukan untuk daerah yang masyarakatnya dan penyelenggaranya memiliki tingkat pengetahuan, pendidikan dan pemahaman yang baik terkait nekanisme pemilihan dan mekanisme e-voting,” ujar dia di Jakarta, Minggu (12/3/2017).

Kedua,menurut dia, perlu dilakukan pengkajian lebih mendalam terhadap pelaksanaan e-voting untuk pileg, pilpres dan pilkada, dilihat dari sisi efisiensi pembiayaan dan waktu pelaksanaan pemungutan suara.

“Selanjutnya perlu dihitung secara cermat terkait dengan kesiapan masyarakat maupun aparaturnya apabila digunakan dalam pileg maupun pilpres mengingat waktu pelaksanaan pileg dan pilpres secara serentak tahun 2019,” terangnya.

Terakhir, lanjut Bahtiar, perlu kesiapan dari dinas kependudukan dan catatan sipil untuk melakukan perekaman e-KTP.

“Mengingat dasar menjadi DPT adalah e-KTP atau telah melakukan perekaman,” pungkas dia. (val)

 

 

Tinggalkan Balasan