Deklarasi Kemenangan Dianggap Hoaks, Prabowo Dilaporkan ke Bareskrim

0
56

Jakarta NAWACITA – Deklarasi kemenangan yang dilakukan capres Prabowo Subianto dinilai sebagai kabar bohong yang dikhawatirkan menimbulkan keonaran di tengah masyarakat.

Penilaian ini diungkapkan oleh sekelompok masyarakat menamakan dirinya Masyarakat Peduli Indonesia (MPI).

Lembaga ini pun akan melaporkan Prabowo ke polisi.

Juru bicara MPI, Ade Amando mengatakan hal tersebut terkait deklarasi yang dilakukan capres Prabowo Subianto yang mengklaim kemenangan pada kontestasi Pilpres 2019, pasca-pemungutan suara 17 April 2019 lalu.

Ade mengungkapkan, kalau deklarasi itu diulang-ulang terus masyarakat, dikhawatirkan masyarakat akan percaya bahwa itu benar.

“Namun ternyata nanti hasil akhirnya berbeda, itu bisa membuat kegaduhan, kemarahan, dan keonaran,” kata Ade, Selasa (23/4).

Ade menjelaskan secara rinci deklarasi-deklarasi yang sudah dilakukan Prabowo. Pertama, pada 17 April yang lalu, Prabowo menyatakan berdasarkan real count yang dilakukan pihak internal, memperoleh 62 persen suara dari 320 ribu TPS.

Kemudian, lanjut dia, pada 18 April deklarasi kembali dilakukan, berdasarkan perkembangan hitungan real count.

“Tanggal 19 April kembali mengatakan lagi bahwa mereka sudah menang berdasarkan real count dan sudah menyebut diri sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia,” kata Ade.

Maka, kata Ade, pihaknya meminta agar Kepolisian menyidik dan mempelajari persoalan ini.

Ade menilai akan ada masalah besar seperti keonaran yang menunggu jika persoalan ini terus berlarut.

“Kalau memang tidak mau dikatakan bohong harus membuktikan memang pada tanggal 17 April itu sudah ada suara seperti yang dikatakan itu. Itu yang utama,” kata Ade.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso, mengatakan deklarasi-deklarasi kemenangan yang dilakukan Prabowo Subianto pasca-pemungutan suara 17 April 2019 adalah langkah politik yang biasa dilakukan di negara-negara demokrasi.

“Kami bergerak pada keyakinan kami. Dan Pak Prabowo meyakini dengan data yang ada, sehingga kami deklarasikan kemenangan itu. Dan ini langkah politik yang juga biasa dilakukan di negara demokrasi lainnya,” kata Priyo di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (23/4).

Menurut Priyo, ada ‘arus bah’ yang terjadi beberapa saat ketika hasil hitung cepat mulai dilaksanakan.

Dia mengatakan ‘arus bah’ itu adalah mobilisasi opini dan pemberitaan luar biasa, yang menggambarkan seolah-olah kemenangan pilpres 2019 telah diumumkan melalui quick count.

“Karena fakta-fakta dan datanya kami ada, lengkap, kami umumkan dan Pak Prabowo langsung (deklarasi kemenangan). Itu adalah langkah politik dan merupakan hak kami untuk melakukan langkah politik seperti itu,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan