Deklarasi Berdasarkan Hasil Perhitungan Sendiri, Mahfud MD: Sah-sah Saja

0
138

Jakarta NAWACITA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menanggapi pihak yang mendeklarasikan kemenangannya pada Pilpres 2019.

Mahfud mengatakan, seseorang mendeklarasikan diri sebagai presiden berdasarkan hasil hitungan sendiri, sah-sah saja, asalkan deklarasi itu tak dilakukan dengan cara sumpah kepresidenan.

Mahfud menyampaikan hal tersebut lewat akun Twitter-nya, @mohmahfudmd, Sabtu (20/4/2019). Kicauan Mahfud tersebut menjawab pertanyaan salah seorang netizen.

Mahfud dimintai pendapat sebagai pakar hukum. Dia ditanya, apakah diperbolehkan undang-undang jika ada orang yang mendeklarasikan diri sebagai presiden di negara berdaulat, sedangkan negara tersebut mempunyai presiden yang sah menurut undang-undang. Menurut Mahfud, itu tak jadi soal.

“Kalau mendeklarasikan diri sebagai Presiden terpilih berdasar hasil hitungan sendiri boleh saja, itu tak melanggar hukum. Asalkan tidak melakukan aktivitas Kepresidenan (melakukan pemerintahan) sebelum dinyatakan menang secara sah oleh KPU dan bersumpah secara resmi di depan Sidang MPR,” tulis Mahfud dalam akun Twitternya, Sabtu (20/4).

Ia mengatakan, aktivitas kepresiden hanya boleh dilakukan oleh presiden sah yang dinyatakan menang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan juga telah disumpah di depan Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Mahfud juga mengatakan, dirinya setuju jika Pemilu Serentak dievaluasi.

“Setuju. Itu dulu kan keputusan MPR saat mebuat amandemen bahwa pemilu dilakukan serentak dengan 5 kotak. Berdasar dokumen dan kesaksian eks anggota-anggota PAH MPR itu MK mengabulkan,” jelas dia.

Menurut dia, yang dimaksud ‘serentak’, tak harus pada hari yang sama.

“Sebenarnya istilah Serentak bisa ditafsir tak harus harinya sama, bisa saja dipisah. Kita bisa bahas lagi, termasuk threshold,” pungkas Mahfud.

Tinggalkan Balasan