Danjen Kopassus Soenarko Di Polisikan Terkait Kasus Makar

0
303

Jakarta, NAWACITA- Laporan dugaan makar kepada mantan Danjen Kopassus Soenarko, Bareskrim Polri masih menelusuri laporan terhadap Soenarko.

Juru bicara (JUBIR) Markas Besar Polisi Republik Indonesia( Mabes Polri),Dedi Prastyo menurutkan,walaupun resmi di laporkan , tim dari penyidik masih butuh waktu untuk menjadwalkan pemeriksaan terkait kasus makar.

“Sudah ada laporan di Bareskrim. Penyidik masih menganalisa kasus yang dilaporkan tersebut,” kata Dedi saat dikonfirmasi, pada Senin (20/5).

Dedi mengatakan, Humas Polri belum mendapatkan kabar dari tim penyidik di Bareskrim Polri, kapan kepastian kasus dugaan makar oleh Soenarko, dapat dilanjutkan ke penyelidikan dan penyidikan.

Kasus Soenarko berawal dari laporan resmi seorang pengacara bernama Humisar Sahala. Pengacara itu melaporkan salah satu purnawirawan pendukung capres Prabowo Subianto tersebut ke Direktorat Siber Bareskrim Polri pada Senin (20/5) sore. Humisar menuding Soenarko melakukan tindak pidana makar. “Saya datang ke sini (Bareskrim) secara pribadi,” kata Humisar di Mabes Polri, Senin (20/5).

Humisar menerangkan, pelaporan olehnya tersebut, setelah melihat video yang tersebar ke sejumlah media sosial dan grup-grup whatsApp. Dalam video tersebut, Soenarko sedang melakukan pembicaraan tentang rencana mobilisasi massa 22 Mei mendatanag  dan mempengaruhi sejumlah rakyat untuk menolak hasil pengumuman dari KPU. Dia juga mengatakan menutup menduduki kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Istana Negara, dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Di situ kita cuma duduk, kita duduk, ya tutup, diharapkan kalau tanggal 20 baru datang 100 ribu, tanggal 21-nya sudah jadi 500 ribu, satu juta, maka kita kalau habis ini pulang ke daerah bisa mungkin merancang itu, kita rancang itu,” kata pria yang diduga Soenarko dalam video tersebut.

Seorang mirip Soenarko itu menambahkan, “Nanti kalau tanggal 22 diumumkan, kalau Jokowi menang, yang kita lalukan tutup KPU, tutup, kemudian mungkin ada tutup Istana dengan DPR, Senayan, kita enggak ada ke Monas, tapi dalam jumlah besar, kalau jumlah besar polisi juga bingung.”

Menurut Humisar, pernyataan dalam video tersebut terindikasi adanya rencana untuk melakukan keonaran dan makar. “Saya sebagai warga negara merasa resah dan tidak nyaman dengan ajakan dan hasutan-hasutan dalam video tersebut,” sambung Humisar.

Laporan Humisar terhadap Soenarko, menambah jumlah para pendukung dan relawan capres Prabowo Subianto. Sebelum Soenarko, sejumlah laporan tentang dugaan makar juga menyasar Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma, serta Kivlan Zein.

Bahkan, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), serta Amien Rais, juga Permadi juga ikut dilaporkan ke Bareskrim Polri serta Polda Metro Jaya atas kasus serupa. Eggi Sudjana, bahkan sejak Senin (13/5) sudah ditahan di Polda Metro Jaya. Sementara Lieus Sungkharisma, berstatus tersangka dugaan makar.

Menengok laporan Humisar yang diterima Bareskrim Polri, aksi orang yang diduga Soenarko dalam video tersebut, dikenakan sejumlah pasal terkait keamanan negara dan makar. Yaitu, Pasal 110 juncto Pasal 108 ayat 1 UU nomor 1/1946 dan Pasal 163 bis juncto Pasal 146 KUH Pidana.

Sebagaimana yang dilansir dari Nawacitapost.com, Soenarko pernah menjabat sebagai Danjen Kopassus pada tahun 2007-2008. Ia juga pernah menjabat sebagai Panglima Daerah Militer (Pangdam) Iskandar Muda pada tahun 2008-2009.

 

Tinggalkan Balasan