Curhat Warga Cisolok Sukabumi ke Presiden, Tidak Mau Direlokasi

0
50

Lampung NAWACITA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi korban tsunami di Lampung Selatan, tepatnya di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Rabu (2/1).

Kedatangan Presiden beserta beberapa jajaran menteri dalam kabinet kerjanya itu
untuk melihat secara langsung penanganan korban tsunami Selat Sunda.

Dihadapan warga desa tersebut, tampak Jokowi duduk di atas batu batuan sambil mendengar sejumlah kisah warga yang curhat tentang bencana tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) lalu.

Dalam dialog itu, terucap desa terdampak bencana tersebut akan direlokasi. Sayangnya sebagian dari mereka tidak mau direlokasi. Lantaran sudah lama tinggal di sana.

“Di sinilah kami mencari uang. Di sinilah kami membangun. Karena pantai yang indah, 20 tahun Pak saya di sini. Dibantu komunitas Walhi kami membangun pariwisata di sini. Semoga desa kita lebih baik lagi. Kami tetap ingin di sini Pak,” harap Nurlaila salah satu warga yang rumahnya sudah rata dengan tanah.

Sedangkan warga lainnya, Azizah mengatakan meski kondisi rumahnya tidak hancur, namun dirinya harus melindungi enam orang anggota keluarganya pasca bencana itu. Azizah berharap pemerintah segera melakukan relokasi dan memberikan santunan bagi korban secepatnya.

“Alhamdulillah rumah tidak kena karena dataran tinggi, tapi rumah keluarga dari keluarga bapak (suaminya) rusak berat dan ada 6 orang yang meninggal, ada uwa, ada nenek, harapan kepada pemerintah kita sebagai rakyat, tolonglah diperhatikan yang ngga punya rumah atau rumahnya hancur tolonglah agar bisa pulang kembali ke rumah kembali,” kata Azizah.

Selain mengunjungi Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Presiden Jokowi juga mengunjungi Desa Way Muli. Kedua desa ini memang yang menjadi daerah terparah terkena dampak tsunami selat sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) lalu.

Selain itu, Jokowi juga mengunjungi RSUD Dr. H. Bob Bazar SKM mengunjungi warga yang mengalami patah tulang. Kunjungan dilanjutkan ke pengungsian warga Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku yang saat ini masih mengungsi di lapangan tenis indoor Kalianda.

Sementara itu status tanggap darurat di Provinsi Lampung sendiri diperpanjang hingga 5 Januari 2019.

Adapun data terakhir yang diperoleh dari Kementerian Sosial, korban meninggal dunia sebanyak 120 orang yang terdiri dari 118 orang di Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tenggamus 1 orang, dan Kabupaten Pesawaran 1 orang.

Adapun 7 orang masih dilaporkan hilang dan 5729 orang mengalami luka-luka. Sementara itu kerusakan terjadi diantaranya 625 rumah rusak dan 7.942 jiwa mengungsi.

Tinggalkan Balasan