Cegah Penyebaran Hoax, Forward Pesan WhatsApp Dibatasi

0
9

Jakarta NAWACITA – Pemerintah Indonesia mengambil langkah mengantisipasi penyebaran hoax melalui aplikasi WhatsApp. Caranya, penerusan pesan atau forward message WhatsApp dibatasi.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, pembatasan penerusan pesan (forward message) WhatsApp di Indonesia akan mulai berlaku hari ini, Selasa 22 Januari 2019 pukul 12.00 WIB.

Rudiantara menyampaikan hal tersebut setelah ia melakukan pertemuan dengan WhatsApp untuk membahas pembatasan penerusan pesan kepada lima kontak saja. Jika penerusan pesan dilakukan ke grup maka grup itu terhitung satu kontak.

“Akan efektif mulai besok, America time (waktu Amerika). Besok jam 12.00 WIB akan berlaku,” kata Rudiantara ketika ditemui di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (21/1).

Jadi, kata Rudi, nantinya pengguna hanya dapat mem-forward pesan melalui aplikasi WhatsApp ke lima nomor saja maupun grup. Setelah itu maka pesan tersebut sudah tidak dapat diteruskan.

“Satu bisa di-forward seterusnya lima kali. Hanya bisa di-forwad lima kali. Sama to any number, seminggu kita hanya bisa mengirim lima kali ke nomer WA baik grup maupun indvidual,” jelas Rudiantara.

Menkominfo menjelaskan, pembatasan penerusaan pesan (messege forwarding) ini merupakan inisiatif yang akan digelontorkan WhatsApp di seluruh dunia. Pembatasan ini telah lebih dulu dilakukan di India. Sebab di negara itu, hoaks yang dikirim lewat pesan berantai WhatsApp kerap memakan korban jiwa akibat tindakan penghakiman sepihak oleh warga.

Rudiantara mengatakan pengurangan penyebaran hoaks melalui WhatsApp telah menjadi perhatian global.

“Word Global Influencer dari empat negara sebelumnya telah melakukan pembahasan dengan pihak WhatsApp untuk mewujudkan langkah penyebaran hoaks. Pembatasan pesan ini akan mampu menekan penyebaran berita hoaks,” tandasnya.

Keempat negara itu, dijelaskannya, adalah Brazil, India, Meksiko dan Indonesia. Dalam hal ini Indonesia diwakili oleh Rudiantara.

Oleh karena itu ia mengapresiasi langkah Whatsapp membatasi jumlah penerusan pesan. Ia mengatakan WhatsApp hadir di Indonesia bukan hanya sekedar untuk berbisnis, tapi juga memikirkan kemaslahatan Indonesia.

“Ini upaya bersama, bukan hanya WhatsApp sebagai platform tapi pemerintah dalam manage konten. Ini kolaborasi pemerintah dan WhatsApp,” kata Rudiantara.

Rudiantara mengatakan WhatsApp menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar yang diprioritaskan untuk menekan jumlah hoaks karena jumlah pengguna yang besar. Di negara ini, jumlah pengguna aktif bulanan WhasApp (monthly active users -MAU) mencapai angka 1,5 miliar.

Sebelumnya, pada peluncuran program “Election Integrity” Facebook, bilangan Menteng, Jakara Pusat, Senin (21/1), pihak WhatsApp menyebutkan dalam waktu dekat akan menerapkan pembatasan penerusan pesan (forward messages) di Indonesia.
Lead of Public Affair Whatsapp, Carl Wog mengatakan, dengan adanya pembatasan ini, satu akun hanya bisa meneruskan pesan ke lima orang sekaligus.

Carl pun mengklaim pembatasan ini akan muncul di pembaruan aplikasi berikutnya.

“Kalau rekan-rekan mengunduh aplikasi dan update itu harusnya minggu ini sudah berlalu peraturan baru di mana kita hanya bisa mengirimkan pesan beranrai ke lima orang,” kata Wog, Senin (21/1).

Di acara yang sama, VP Public Policy & Communication WhatsApp Victoria Grad mengatakan pembatasan dilakukan untuk mengurangi penyebaran berita misinformaasi yang tidak jelas sumbernya.

Victoria memaparkan, sekitar 90 persen dari pesan WhatsApp merupakan pesan privat antara dua orang pengguna. Sementara 10 persen diantaranya merupakan pesan berantai. Grand mengatakan pesan berantai jadi bagian misinformasi yang membuat hoaks tumbuh subur.

“Mengurangi viralitas pesan WhatsApp. Jadi WhatsApp secara otomatis mengurangi penyebaran berita hoaks. Untuk mengurangi, WA menurunkan angka forwarding messages. Itu batas teman-teman chat ke orang lain. Di India cuma bisa lima,” kata Grand.

Grand mengatakan WhatAspp menemukan, penurunan perilaku pesan berantai satu akun akibat pembatasan pesan berantai di India. Dengan adanya penurunan pesan berantai, bagi Grand akan menjaga integritas pemilu 2019 dari berita hoaks.

“WhatsApp mengerti bahwa fitur forward ini sangat penting bagi kita namun setelah wa menurunkan angka forward. Ada penurunan 20 persen perilaku pesan berantai,” ujarnya.

Grand mengatakan pihaknya melakukan pembatasan pesan berantai melalui diskusi dengan berbagi pemangku kepentingan termasuk dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

“Akan diseragamkan di seluruh dunia seperti di India menjadi lima. Ini setelah berdiskusi dengan pemangku kepentingan di negara kita termasuk Kominfo. Inisiatif ini akan membawa hal positif dan membawa keamanan di platform WhatsApp,” ucapnya.

Mengenai bagaimana jika pesan tersebut diketik kembali, VP Public Policy and Communication WhatsApp, Victoria Grand menjawab bahwa itu termasuk pesan baru.

Tinggalkan Balasan