Caleg Gerindra DKI Bagikan Kalender di Sekolah

0
43

Jakarta NAWACITA – Pemilihan legislatif semakin dekat. Seiring dengan itu, para caleg (calon anggota legislatif) saling berlomba merebut simpati masyarakat. Tidak jarang caleg menabrak aturan untuk meraup suara. Seperti dilakukan caleg DPRD DKI Jakarta ini.

Zuhdi Mamduhi, caleg dari Partai Gerindra diduga melanggar aturan kampanye. Zuhdi berkampanye, dengan membagikan kalender berhadiah umrah di tempat pendidikan. Zuhdi diduga membagikan kalender kepada wali murid bersamaan dengan pembagian buku rapor di Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda, Cakung, Jakarta.

Zuhdi adalah caleg nomor urut 4 daerah pemilihan Jakarta IV meliputi wilayah Cakung, Pulo Gadung, Matraman.

Pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) membenarkan hal tersebut. Anggota Bawaslu Jakarta Timur, Ahmad Syafruddin menyatakan, pihaknya sudah menelusuri hal tersebut.

“Ya betul. Awalnya muncul di media. Kemudian penelusuran, bertemu dengan pihak sekolah dan sebagainya, kemudian juga ada wali murid yang memberikan kesaksian,” ucap Syafruddin, Senin (4/2).

Bawaslu Jakarta Timur menindaklanjuti dugaan pelanggaran kampanye yang terjadi di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda, Jalan Tipar Cakung, Jakarta Timur.

Sebelumnya Bawaslu Jaktim sudah memanggil pihak sekolah, seperti guru dan kepala sekolah. Pihak sekolah juga sudah mengakui ada pembagian kalender bergambar salah satu paslon caleg partai Gerindra.

Hari ini, Senin (4/2), kata Syarifuddin, Bawaslu Jaktim menjadwalkan pemanggilan caleg yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi.

“Hari ini kita jadwalkan memanggil calegnya tersebut, namun kami belum tahu dia hadir atau tidak. Sebelumnya kami sudah memeriksa yayasan, kepala sekolah, dan guru sekolah tersebut. Dari pihak sekolah sudah mengakui adanya pembagian kalender tersebut,” kata Syarifudin.

Bawaslu Jaktim juga disebut telah menemukan beberapa bukti materi yang sarat bermuatan kampanye. Namun, mereka masih belum mendapatkan informasi bagaimana caleg tersebut bisa membagikan materi kampanye itu.

Syarifuddin menjelaskan, pembagian bahan kampanye memang sudah boleh dilakukan. Bahan kampanye bisa berupa kaus, penutup kepala, kalender dan lain-lain.

Akan tetapi, ditegaskannya, pembagian tidak boleh dilakukan di tempat pendidikan. Syafrudin mengatakan hal itu bertentangan dengan Pasal 280 UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Syafruddin mengatakan pihaknya sudah menggali kesaksian dari pihak sekolah dan wali murid. Sejauh ini, pihak sekolah diketahui tidak melontarkan ajakan agar memilih caleg yang bersangkutan.

Namun, ada undian di balik pemberian kalender. Hadiah undian itu, kata Syafruddin, berupa ibadah umrah.

“Kalau kalimat ajakan enggak ada. Hanya membagikan kalender. Dan kalender itu ada nomor undian yang konon katanya hadiahnya umrah. Masih penelusuran,” ucap Syafruddin.

Dijelaskan, pada kalender yang dibagikan Syarifuddin itu terdapat nomor di bagian kanan atas. Nomor tersebut adalah undian yang dimaksud Syafruddin.

“Nanti teknisnya dari dia. Kami juga belum tahu. Hari ini kita mengundang calegnya tapi tidak datang,” ucap Syafruddin.

Sementara kalender yang dibagikan caleg DPRD DKI Jakarta dari Gerindra Zuhdi Mamduhi di Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda itu, menurut informasi, pada bagian paling atas tertulis Yayasan Pendidikan Nurul Huda dengan huruf berukuran besar.

Dalam kalender tertera dengan jelas foto Zuhdi. Foto Zuhdi berdampingan dengan foto ketua YPI Nurul Huda Abdul Salam Nur.

Di sana juga disebutkan bahwa Zuhdi adalah caleg dengan nomor urut 4 dapil Jakarta IV. Identitas Zuhdi pun turut dicantumkan, yakni sebagai Pengurus YPI Nurul Huda.

“Ingat !! Tgl. 17 April 2019 coblos Nomor 4 untuk DPRD Provinsi DKI Jakarta,” mengutip penggalan kalimat yang tercantum dalam kalender.

Tinggalkan Balasan