Bupati Emil Dardak Respon Kritik Menteri Susi soal Penangkapan Benur Nelayan Trenggalek

0
20

Trenggalek NAWACITA – Menanggapi kritikan yang dilontarkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti pada kunjungan kerjanya di Pelabuhan Prigi, Senin (4/2) hingga Selasa (5/2), Bupati Trenggalek Emil Dardak menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti masukkan Menteri KKP untuk lebih memprioritaskan pembangunan jeti ketimbang membangun konstruksi pemecah ombak.

Calon wakil gubernur Jawa Timur terpilih ini mengakui, pembangunan jeti ini sebagai alternatif dari break water, yang bisa digunakan untuk dimanfaatkan kapal-kapal lebih besar.

“Mudah-mudahan ini bisa memantapkan posisi Teluk Prigi sebagai salah satu pusat perikanan di Jawa,” kata Emil, Selasa (5/2)

Emil menjelaskan, pembangunan break water yang sudah sempat berjalan masih tahap awal.

Tindak lanjut pembangunan konstruksi membentuk cekdam penahan atau pemecah ombak ini untuk selanjutnya akan dikaji ulang oleh tim teknis terkait.

Menurut Emil, salah satu bagian break water yang sudah terbangun, bahkan bakal dibongkar, diganti dengan pembangunan dermaga jeti untuk alur bongkar-muat angkutan kapal dari/ke daratan.

“Tentunya nanti akan didahului kajian teknis oleh tim KKP, untuk memastikan itu dan akan segera diumumkan hasilnya,” kata Emil.

Ia mengakui, kritik dan masukan dari Menteri Susi itu membuat skenario dan konsep pembangunan Pelabuhan Niaga berubah drastis.

“Ini setengah sirkus juga. Meloncat-loncat (perencanaannya),” kata Emil.

Tidak hanya masalah konsep pelabuhan niaga yang akan didesain ramah lingkungan dan tidak merusak pantai, dia menanggapi isu kelangkaan udang lobster di perairan Prigi maupun kawasan pantai-pantai lain di Jatim sebagaimana diungkap Menteri Susi.

“Terkait benur, terus terang saya sendiri ikut prihatin. Karena, ya, itu tadi. Kalau lobster banyak sini kan bisa jadi rejeki buat orang setempat, baik dijual ke luar maupun menjadi daya tarik pariwisata di sini,” katanya.

Faktanya, kata Emil, lobster sekarang susah dicari. Perburuan benur dengan cara menggunakan rumpon dan lampu-lampu saat malam membuat udang lobster dewasa semakin sulit ditemui.

“Cuma untuk menangani ini, makanya kami kemarin coba menggunakan ini sebagai isu utama, isu sentral kunjungan beliau. Supaya setelah ini, kami bisa segera melakukan penanganan,” kata Bupati.

Untuk soal Perda pelarangan penggunaan rumpon serta jaring cantrang yang berserat kecil, Emil menyatakan hal itu akan menjadi ranah kewenangan Bupati Trenggalek yang baru, penggantinya karena sebentar lagi (Februari ini) Emil segera dilantik sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Gubernur terpilih Khofifah Indar Parawansa.

Diketahui bahwa Susi melakukan kunjungan kerja ke pesisir Selatan Jawa Timur (Jatim), termasuk ke Pelabuhan Prigi, Trenggalek. Disini Susi diminta menghadiri acara peresmian Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Higienis dan penyerahan bantuan permodalan untuk nelayan dan UKM sektor perikanan di halaman TPI Prigi.

Susi sempat melontarkan kritik dan masukan untuk masyarakat Trenggalek terkait larangannya atas penggunaan jaring payang atau sejenisnya yang berserat kecil, serta penggunaan rumpon-rumpon untuk menangkap bayi lobster (benur).

“Sudah bersih belum itu rumpon-rumpon lobster. Kalau masih saja begitu, malas saya (ke sini lagi),” ujarnya.

Tinggalkan Balasan