Buntut OTT Rommy, KPK Segel Ruang Menteri dan Sekjen Kemenang

0
16

Jakarta NAWACITA – Buntut penangkapan Ketua Umum PPP Rohamurmuziy (Rommy) melalui OTT KPK (koisi pemberantasan korupsi) terkait kasus yang melibatkan Kementerian Agama, berdampak ruangan kantor Menteri Agma Lukman Hakim Saifuddin dan Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan disegel.

Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenag Mastuki mengungkapkan, terkait penyegelan ruangannya Menag tersebut, Kementerian Agama mengatakan akan bersikap kooperatif.

“Kami kooperatif saja. Kami membantu proses yang memang itu bagian dari yang harus dilakukan, karena ada proses di KPK,” ujar Mastuki.

Mastuki menjelaskan, KPK melakukan penyegelan ruangan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, menyusul OTT Rommy yang melibatkan Sekjen Kemenag. Menteri Agama sendiri, menurut Mastuki juga sudah mengetahui soal penyegelan tersebut.

“Iya (disegel), iya benar. Jadi itu bagian dari proses yang memang harus dipenuhi oleh KPK,” tutur Mastuki.

Terkait penyegelean tersebut, menurut Mastuki, Menteri Agama Lukman sudah mengetahuinya.

“Sudah dikabari. Pak Menag tadi ada acara, tapi jam 16.30 WIB tadi sudah pulang dari kantor,” imbuhnya.

Saat ditanya apakah Menag akan memberikan pernyataan mengenai kasus OTT Rommy, Matsuki menyebut kasus ini sedang diproses oleh KPK. Maka itu, Kemenag mengembalikan hal tersebut ke KPK dan mengikuti prosedur yang dilakukan KPK.

Ia menjelaskan, penyegelan ruang Kemenag merupakan salah satu prosedur dari KPK.

“Tergantung dari KPK. Proses ini kan dilakukan KPK, prosedur yang dilakukan KPK ya mereka yang memutuskan, bukan kami. Prinsipnya, kami bersedia membantu, komitmen kami sejak lama. Berkaitan dengan reformasi birokrasi sudah kami lakukan lama. Kami selama ini tidak menutupi,” jelas Mastuki

Sementara juru bicara KPK Febri Diansyah KPK menjelaskan alasan penyegelan ruangan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dan Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan terkait OTT Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy). Menurut KPK, kedua ruangan itu disegel terkait sejumlah bukti kasus yang membuat Rommy terkena OTT.

“Tentu ini kalau pokok perkaranya terkait pengisian posisi atau pengisian jabatan, ada beberapa bukti yang perlu dilakukan pencarian di kantor Kementerian Agama,” kata Febri, Sabtu (16/3).

Namun Febri belum menjelaskan ada-tidaknya bukti yang sudah dibawa KPK dari dua ruangan di Kemenag itu. Dia hanya menyatakan saat ini kasus terkait OTT Rommy masih dalam tahap penyelidikan sehingga penyegelan dibutuhkan untuk keperluan tindakan di proses lebih lanjut.

“Yang pasti begini, kalau ada di lokasi-lokasi tertentu yang dibutuhkan untuk proses lebih lanjut, kalau sekarang kan di tahap penyelidikan ya, untuk proses lanjut tentu akan dilakukan tindakan-tindakan awal, termasuk penyegelan,” ujarnya.

Febri juga menyatakan bahwa OTT terhadap Rommy berkaitan dengan kasus pengisian jabatan di Kemenag untuk wilayah pusat dan daerah.

“Pengisian jabatan di Kemenag pusat dan daerah,” ucapnya.

Sementara dalam jumpa pers kepada awak media, Jum’at (15/3) lalu, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan ada total 5 orang yang dijerat dalam OTT KPK, salah satunya Rommy. KPK juga mengamankan sejumlah uang yang diduga terkait dengan pengisian jabatan di Kemenag.

“KPK juga mengamankan sejumlah uang yang diduga terkait dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama. Hal ini kami duga sudah terjadi beberapa kali sebelumnya,” kata Basaria.

Tinggalkan Balasan