Belum Akui Pemenang Pilpres 2019, Demokrat Tunggu Hasil KPU

0
227

Jakarta NAWACITA – Disaat capres Prabowo Subianto berkali-kali menyatakan sudah memenangkan pertarungan Pilpres 2019, Partai Demokrat sebagai bagian dari koaliasi Adil Makmur pendukung capres nomor urut 02, belum mengakui adanya pemenang Pilpres 2019.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyatakan bahwa pihaknya belum mengakui paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai pemenang Pilpres 2019.

Andi Arief mengatakan, Demokrat masih menunggu hasil penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Menunggu KPU,” tutur Andi dikutip dari CNN, Jumat (19/4).

Sementara diketahui, saat Prabowo dan Sandi mendeklarasikan diri sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia 2019-2024 di Jalan Kertanegara, Kamis (18/4), sejumlah petinggi Demokrat hadir. Mereka adalah Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan, Wakil Ketua Umum Syarief Hasan, dan Ketua bidang hukum dan advokasi Ferdinand Hutahaean.

Namun Andi membantah kehadiran petinggi Demokrat dalam deklarasi itu sebagai simbol pengakuan partainya terhadap kemenangan Prabowo-Sandi. Menurut Andi, kehadiran pengurus Demokrat tidak mewakili sikap partai, melainkan sebagai bagian dari koalisi.

“Itu kan sebagai koalisi hadir, sebagai partai kan menunggu KPU,” ucap Andi.

Pernyataan senada diungkapkan Ketua bidang hukum dan advokasi Demokrat Ferdinand Hutahaean. Partainya belum mengakui Prabowo-Sandi sebagai pemenang pilpres meski sudah mengklaim kemenangan.

“Secara prinsip saat ini partai Demokrat memegang teguh bahwa belum ada pemenang pilpres. Prinsipnya tidak mungkin sekarang mensyukuri yang belum terjadi,” kata Ferdinand.

Bukan berarti Demokrat mengakui paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin memenangkan pilpres lantaran mayoritas lembaga survei berkata demikian. Ferdinand menegaskan partainya menunggu hasil penghitungan resmi KPU.

“Karena dua-duanya mengklaim menang pilpres, maka partai Demokrat menunggu hasil resmi dari KPU. kita berharap semua pihak menunggu hal yang sama yaitu dari KPU,” kata Ferdinand.

Ihwal kehadiran petinggi Demokrat yang hadir di deklarasi Prabowo-Sandi, Ferdinand mengatakan itu bukan bentuk pengakuan Demokrat. Meski demikian, Ferdinand menyebut partainya meyakini secara nurani bahwa Prabowo-Sandi yang memenangkan Pilpres.

“Klaim itu wajar, penegasan sikap. Untuk menjaga [situasi] kondusif bangsa mari kita semua turunkan tensi politik. Himbauan ini juga berlaku untuk kubu Jokowi,” kata Ferdinand.

“Andai KPU sudah menetapkan Prabowo sandi menang Pilpres, Demokrat akan membuat acara syukuran besar besaran itu yang akan kita lakukan nanti,” lanjutnya.

Sebelumnya, Komandan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga telah mengatakan hal serupa. Dia menyebut partainya menunggu keputusan resmi KPU.

“Kami dapat tanggapi bahwa sama yang sudah dijelaskan oleh kandidat Capres Pak Prabowo dan Pak Jokowi dan partai lain, bahwa kami akan menghormati dan menunggu hasil resmi KPU,” kata AHY dalam konferensi pers di kantor pusat Partai Demokrat, Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (17/4).

Tinggalkan Balasan