Akibat Limbah Pabrik, Sejumlah Warga Di Pasar Kemis Tangerang Alami Penyakit Kulit

0
78
Warga gatal-gatal diduga akibat terpapar air tercemar di Kabupaten Tangerang. (Foto: Viva)

 

Tangerang, NAWACITA– Sebanyak 54 warga Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang terjangkit penyakit kulit. Sejumlah warga ini mengalami bentol-bentil dan kulit memerah.

Dari data yang didapatkan dari warga RT 01/05, Kampung Picung ini bahwa penyakit yang mereka derita disebabkan oleh air yang mengalir kotor. Warga menduga bahwa air yang mengalir dipemukiman tersebut tercemar oleh bahan kimia yang berasal dari bekas gudang kimia yang berjarak sekitar 100 meter dari Kampung Picung.

Robiah (36) salah satu warga menerangkan bahwa air yang tercemar itu bila mengenai tangan atau kaki bisa menyebabkan gatal dan terasa panas. Air yang telah tercemar itu selalu dimanfaatkan oleh warga walaupun warnanya kuning cerah karena kekurangan persediaan air.

“Awalnya kalau kena air ini gatal dulu, terus panas dan gak lama langsung merah-merah. Kita juga terpaksa pakai air ini untuk mencuci bahkan terkadang untuk mandi,” kata Robiah di Hal itu diduga disebabkan oleh air yang mengalir dipemukiman setempat tercemar oleh bahan kimia yang berasal dari bekas gudang kimia yang berjarak sekitar 100 meter dari Kampung Picung.

Parahnya, kata Ibu dua anak tersebut, penyakit kulit yang melanda kawasan itu telah terjadi sejak tujuh tahun lalu hingga kini.

Menurutnya, segala upaya yang dikerahkan warga untuk mengadu kepada Pemerintahan setempat masih menemui jalan buntu lantaran belum ada respon dan jalan keluar.

“Kita sudah lapor ke Pemda Tangerang, tapi sampai saat ini belum ada hasil apa-apa. Kami masih gunakan air kuning ini untuk sehari-hari,” kata Robiah.

Bahkan, katanya, penyakit kulit seperti gatal-gatal itu juga mengakibatkan seorang warga meninggal dunia dua tahun lalu. Warga berusia 50 tahun itu wafat setelah penyakit kulit yang dideritanya tak kunjung sembuh setahun terakhir.

 

 

(Red: Faiz, sumber Tribun)

Tinggalkan Balasan