Adonara Grup Lirik Sektor Pariwisata Kabupaten Lembata di NTT

0
17

Jakarta, NAWACITA– Sektor pariwisata bahari dan perbukitan di kabupaten Lembata Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilirik oleh Adonara Grup.

Surga Indonesia yang tersembunyi di ujung timur Kabupaten NTT ini memiliki 100 destinasi yang memikat investor membaca peluang bisnis untuk membuka perhotelan.

Chief Executive Officer (CEO) Adonara Group Ruben Bahy usai melakukan pertemuan dengan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, mengatakan prospek pariwisata di Kabupaten Lembata sangat besar dan belum banyak investor yang tertarik menanamkan investasi di sana.

“Secara koorporasi Adonara Group akan melakukan investasi berupa hotel dan resort di Kuma Resort Lembata. Ini adalah bentuk kerja sama yang akan kami lakukan di Kabupaten Lembata,” kata Ruben, di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta Pusat, Senin (4/2).

Dikatakan Ruben, lokasi resort tersebut sangat strategis, terlebih dengan adanya pemandangan yang begitu bagus. Hamparan laut lepas, gunung-gunung yang apik seperti gunung boleng di Adonara dan Gunung Ile Ape di Lembata.

Adapun bentuk kerja sama yang dilakukan, yakni pola kerjasama investasi kolaborasi dengan pengusaha lokal dan memanfaatkan lahan dengan potensi yang ada di resort.

“Nilai investasi yang akan kami lakukan adalah, tahap pertama, pengembangan resort berupa cottage sebanyak 25 kamar, yang terdiri dari beberapa type, wahana bermain keluarga, hotel bintang 3 dengan 80-100 kamar, ballroom, bar dan resto. Total investasi yang dilakukan untuk tahap pertama adalah 30 miliar,” paparnya.

Ditempat yang sama, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur menuturkan hal senada. Menurutnya, potensi di bidang pariwisata itu sangat luar biasa. Sebab, menyebar di satu pulau.

“Kita punya kebijakan strategis namanya Tri Angel Line Tourism development, kita bagi dalam bentuk segitiga, nanti cakupan-cakupan itu untuk menampung seluruh sebaran-sebaran yang ada di satu pulau tadi,” tuturnya.

Saat ini, terang Eliaser, pinyaknya punya Lamalera yang masuk di proyek strategis daerah, tetapi ada image brand yang lain selain lamalera, yakni bukit cinta.

“Di sana ada 100 tempat wisata, nanti kita fokus ke beberapa titik, kita mau mengangkat itu menjadi satu supaya icon Lembata itu selalu dinamis, orang wisata datang tidak melihat satu titik saja tapi juga bisa menyebar ke titik yang lain,” terangnya.

 

 

(Red: Bee, sumber TS/plt)

Tinggalkan Balasan