30 Napi Konghucu Dapat Remisi Khusus Imlek 2019

0
24

Jakarta NAWACITA – Kementerian Hukum dan HAM memberikan Remisi Khusus (RK) menyambut Hari Raya Imlek 2019. RK kepada 30 narapidana pemeluk Agama Konghucu yang tersebar di seluruh Indonesia tersebut diberikan bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2570 Kongzili.

Sebanyak 30 narapidana penerima RK Hari Raya Imlek 2019, seluruhnya mendapat remisi pengurangan sebagian atau RK I dengan rincian, 8 orang mendapat remisi 15 hari, 18 orang mendapat remisi 1 bulan, dan empat orang mendapat remisi 1 bulan 15 hari.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami dalam keterangan resminya menjelaskan, jumlah narapidana pemeluk Agama Konghucu di Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan seluruh Indonesia ada 65 orang.

“Perayaan hari keagamaan menjadi momentum yang tepat untuk merefleksikan diri dan lebih mendekatkan kepada Tuhan. Pemberian RK Hari Raya Imlek ini diharapkan tidak hanya dianggap sebagai pengurangan masa pidana semata, tetapi agar warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik, religius, dan meningkatkan rasa toleransi antar umat beragama,” kata Utami, Selasa (5/2).

Dikatakannya, dari 30 napi tersebut, terbanyak mendapat remisi khusus Hari Imlek adalah yang di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bangka Belitung, yaitu 17 narapidana.

Sementara itu, narapidana penerima RK Hari Raya Imlek lainnya tersebar di pelbagai Kanwil Kemenkumham, yaitu Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.

“Pemberian RK Hari Raya Imlek kali ini berhasil mengurangi pengeluaran anggaran negara sebesar Rp. 12.348.000 dengan biaya makan per hari rata-rata sebesar Rp 14.700,00 per orang,” paparnya.

Selain itu, proses pemberian remisi berjalan dengan cepat dan transparan karena diselenggarakan secara online dengan menggunakan Sistem Database Pemasyarakatan (SDP).

“Pengajuan usulan remisi ini kan berasal dari pelbagai wilayah di Indonesia. Di era revolusi industri seperti saat ini tentunya penggunaan teknologi informasi harus semakin dioptimalkan. Dengan adanya remisi online, prosesnya akan menjadi lebih cepat, murah, dan akurat. Hak narapidana terjamin, petugas juga semakin mudah dalam melakukan tugas dan fungsinya,” paparnya.

Untuk diketahui Narapidana yang mendapatkan remisi khusus adalah mereka yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif sesuai ketentuan dan perundangan yang berlaku, diantaranya telah berstatus sebagai narapidana minimal enam bulan pidana penjara, tidak melakukan pelanggaran selama menjalani pidana, serta aktif mengikuti program dan kegiatan pembinaan di lapas atau rutan.

Tinggalkan Balasan