60 Lebih Warga Meninggal Diterjang Banjir Bandang Sentani Papua

0
28

Jayapura NAWACITA – Sentani Kabupaten Jayapura, Papua diterjang banjir bandang. Bencana tersebut menelan sekitar 60 warga di 9 kelurahan di Sentani, meninggal dunia dan 59 orang luka-luka .

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengungkapkan lebih dari 1000 warga Sentani dievakuasi ke kantor bupati dan rumah dinasnya.

Banjir bandang yang terjadi di malam hari, membuat para warga tidak mempersiapkan diri, sehingga yang diperlukan saat ini adalah kebutuhan pokok.

“Karena tengah malam musibah ini, jadi ada yang dalam kondisi tidur, belum siap sama sekali, mereka hanya keluar membawa baju yang di badan,” ujar Mathius, Minggu (17/03).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Ahmad Mustifa Kamal mengungkapkan, hingga siang tadi sebanyak 61 orang dinyatakan meninggal dunia akibat banjir yang terjadi di Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu malam.

Kamal menjelaskan, 14 orang dari 61 korban tersebut berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster victim investigation (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, dan telah diserahkan kepada pihak keluarga.

“61 korban ini, yang baru diidentifikasi sebanyak 14 orang, dan sisanya masih diidentifikasi,” ungkap Kamal, Minggu (17/3).

Antemortem yang digunakan untuk mengidentifikasi korban banjir, kata Kabid Humas, diantaranya gigi dan rambut.

“Kita cocokan dulu antemortemnya, setelah cocok, kita klarifikasi ke pihak keluarga, disetujui baru kita serahkan korban ke pihak keluarga atau ahli waris untuk dimakamkan,” lanjut Kamal.

Selain korban meninggal, seribu warga dinyatakan masih mengungsi. Data yang dikeluarkan oleh Humas Polda Papua. Jumlah korban 61 orang meninggal dunia dan 43 luka -luka, sedangkan kerugian materil diantaranya, 359 rumah rusak berat, jembatan 3 rusak, drainase 8 rusak berat, gereja 2 rusak berat, masjid 1 rusak berat , sekolah 8 rusak berat, ruko 104 rusak berat, pasar 1 rusak berat.

Kamal menambahkan, data jumlah korban kemungkinan masih akan terus bertambah.

“TNI dan Polri serta SAR setempat masih melakukan proses pencarian korban yang diduga tertimbun lumpur juga kayu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan